CHAPTER 17

2702 Words

Chapter 17— Telepon misterius Pagi telah sepenuhnya merekah, menyinari ruang makan asrama yang ramai dengan hiruk pikuk suara piring beradu dan obrolan hangat. Aroma nasi goreng dan telur mata sapi yang mengepul mengisi udara, berpadu dengan tawa renyah para siswi yang menikmati sarapan mereka. Di antara kerumunan itu, Myura, seorang gadis dengan rambut cokelat pendek sebahu yang rapi dan mata cokelat yang selalu tampak ingin tahu, duduk di meja bersama teman-temannya. Di sampingnya, Yumira, dengan rambut ungu ponytail pendeknya, kini sedang asyik tertawa mendengar celotehan teman-teman mereka. Sarapan pagi itu memang selalu disiapkan oleh kepala asrama, sebuah rutinitas yang membentuk fondasi hari mereka. Namun, di tengah keriuhan obrolan dan tawa yang pecah, Myura merasakan ada yang me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD