Selama satu Minggu ini alya tidak enak badan, mual-mual,pusing badan lemas,Terus tidak nafsu makan mungkin efek hamil.
Dan selama itu pula alya tidak berangkat sekolah dan kerja hingga bosnya bingung kenapa belum sembuh juga sakitnya.
Sempat di tawarkan untuk berobat ke rumah sakit tapi alya tidak mau.
"al kamu kenapa nak kok gak masuk kerja kmaren?."
"Al kurang enak badan,al izin ya bu untuk tidak masuk kerja dlu sampe sembuh."
"astagfirullah al, kenapa kamu gak bilang sama ibu"
"Kan ini alya udah bilang bu,, hehehe "
"ya beda dong sayang"
"maaf bu"
Menunduk menunjukkan kalau dia merasa bersalah
"Yaudah lain kali klo ada apa-apa bilang sama ibu kya siapa aja kamu ini"
"Iya Bu,sekali lagi maafin Al ya bu"
Dengan penuh harap menatap mata bosnya.
"iya,kamu istirahat aja sampe sembuh nanti aja kerjan nya nunggu kamu benar benar sembuh."
"Iya bu"
"Kamu udah periksa ke dokter, supaya kamu di obati dengan benar dan cepat sembuh"
"Gak mau bu,alya istirahat aja kyanya udh sembuh nanti, cuma lemas aja badan al."
Beneran gak papa?
"Iya beneran bu,alya juga udah minum obat,jadi tinggal istirahat aja"
"Yaudah kamu istirahat kalo gitu maaf ya ubu ganggu istirahat kamu"
"Iya gak papa Bu"
"Klo gitu ibu pamit dlu ya,kamu istirahat dlu"
Merebahkan tubuh alya di kasur karna posisi masih duduk bersandar,dan menyelimuti tubuh alya
"Makasih ya bu udah jenguk Alya"
"Iya sama-sama seperti sama siapa aja kamu al."
"Ibu pulang dulu ya,mau langsung ke restoran karna lagi rame
Iya bu,,ibu hati-hati di jalan dan makasih banyak bu"
"Iya,, assalamualaikum"
"Wa'allaikum sallam"
Bos alya pergi meninggalkan rumah Alya dan alya melanjutkan tidur nya karna merasa badan masih kurang lemas dan masih agak mual.dari tadi dia menahan mual di hadapan bosnya karna takut bosnya curiga.
Pada pukul setengah 1 alya terbangun karena perutnya lapar, seingatnya dia belum makan banyak tadi pagi dikarenakan merasa mual.
"Makan dulu deh"
Beranjak dari tempat tidur dan berjalan perlahan ke dapur
"Makan apa ya"
"Udah jam segini,pantes gue laper"
"Maafin mama ya dek karna mama tadi belum makan banyak pasti adek udah laper banget ya"
menunduk menatap dan Mengelus perutnya.
"Kita makan nasi girreng aja ya siang ini,mama masih lemas mau masak yang lain"
"Bismillahirrahmanirrahim"
Memakan makanan nya dengan di temani tv yang menampilkan berita remaja yang nekat bunuh diri karna hamil di luar nikah
Deg
"Astaghfirullah,,kenapa nasib nya sama kaya gue ya"
"Tapi gue gak akan gugurin kandungan ini dan juga gak bakal menyerah atas hidup ini meskipun benyak orang mencaci nantinya"
Mengusap perut dan membayangkan bagaimana jadinya kedepannya
" insyaallah mama gak bakal ngebunuh adek, jadi adek jangan khawatir ya"
"Percaya deh sama mama,adek jangan nakal ya di perut mama,mamaminta kerja samanya"
Dengan sayang Alya mengelus elus perutnya dan selalu berdoa yang terbaik untuk anak yang saat ini di kandungnya.
?????????
"Huekkk Huekkk"
"Huekkk"
Di pagi hari alya harus merasakan yang namanya muntah-muntah seperti ibu hamil pada umumnya.
"Ah kenapa gue selalu muntah di setiap pagi sih."mengusap bibirnya.
"Lemes banget lagi ni badan"
"Apa gini ya yang di alami ibu hamil lainnya"
Mengusap perutnya sambil berjalan gontai menuju dapur karna haus dan juga sudah menjadi kebiasaannya apabila bangun tidur harus minum air putih.
"Lemes banget gue,tapi hari ini sekolah"
"Oke alya kita harus sekolah dan kamu jangan cerewet ya sayang nya mama."menyemangati diri sendiri dan juga janinnya.
"Udah jam setengah 6 gue siap-siap dulu"
Skipppp
Saat ini Alya sudah rapi menggunakan seragam sekolah nya dan juga sudah menggunakan hoddy.dan Posisi nya ada di dekat gerbang sekolah,alya berangkat sekolah hanya jalan kaki karena waktunya sekitar 15 menit saja kalau jalan kaki dan juga alya tidak memiliki montor apapun kendaraan yang bisa dia pakai untuk berpergian.
"Al"
"Eh nelin"
Ketika sedang berjalan di koridor sekolah menuju kelasnya ada seorang gadis yang berusia seumuran dengannya.gadis itu cantik tetapi lebih tinggi dari alya badannya dan juga lebih cantik nelin daripada alya maklum Alya berasal dari keluarga yang bisa dibilang terpandang di kota ini.
"Al tumben lo pake hoddy, biasanya juga enggk",
"Hehe,iya gue tadi pagi merasa meriang jadi gue pake hoddy deh."
"Lo gak papa,kalo sakit kenapa sekolah kalau lo pingsan gimna atau tambah parah sakitnya."
"Tenang lo gak usah panik,gue gak papa,paling cuma kecapean aja kok "
"Serius?"
"Iya,kan lo tau sendiri kalau aku juga kerja mungkin cape ajaa makanya badan guerasanya meriang."
"Gimana kalau lo hari ini gak usah kerja dlu,, nunggu lo benar benar sembuh."
"Gue gak papa,kan lo tau sendiri kalau gue gak kerja gue mau makan apa besoknya."
"Hehehe,,iya juga ya tapi lo harus bisa juga jaga kesehatan,terus lo juga makan jangan telat ya."tunjuk nelin ke wajah Alya sambil berwajah garang,tapi bukannya kelihatan galak malah kelihatan lucu bagi alya.
"Iya iya,bawel banget sih lo."
"Hahahaha,,,Muka lo lucu lo lin, bukannya kelihatan galak tapi lucu tau."alya tidak bisa menahan ketawanya karna merasa lucu dengan wajah nelin.
"Au ah lo mah gitu"
Dengan wajah cemberut nelin pergi ke kelas dan duduk di bangkunya meninggalkan alya di pintu kelas yang tertawa sampai memegangi perut nya.
"Ciw ciw masa gitu aja ngambek sih."
"Nelin cyng quh"
"Cyng"
"Apasih jijik tau gk gue"
Nelin masih tetap cemberut meskipun di dalam hati bergumam 'salah sendiri' dan pindah posisi yang tadinya menatap jendela kini berpaling menatap ponselnya sambil memunggungi alya.yang saat ini duduk di kursinya sendiri dan berada satu meja dengan nya.
"Maca cih"
"Nelin yang cantik baik calon istrinya jengkok"
Goda alya sambil menggoyangkan lengan nelin yang fokus ke hp nya masih memasang wajah cemberut.
"Alya bukan jengkok tapi Jungkook"
Bertambah lah kesal nelin karna alya malah mengejek nama pacar halu biasa di kalangan anak muda sekarang yaitu bias.
"Iya iya jungkuk"kekeh alya sambil tersenyum manis nya tanpa memikirkan dosanya barusan.
"Alllllllllllyyyyyyyyyyyaaaaaaa,,,,bukkkkkaaaaan jungkuk tapi Jungkook"
"Hahaha iya iya jungkek"
"Alya"
Puaslah alya ketawa melihat wajah nelin yang merah karna menahan amarahnya ke dia.alya tau meskipun mereka bertengkar dengan akhir nelin selalu ngambek tapi nanti pasti mereka tertawa bareng lagi seolah-olah tidak terjadi apa-apa tadinya.
Nelin berpaling membuang wajah