Suasana kantin menggambarkan betapa banyaknya penduduk di sekolah.meja penuh dengan siswa-siswa tak ada celah.selain di kantin ini ada juga kantin di belakang tempat khusus anak-anak yang merokok.
Di setiap dua kantin terdapat lima stan makanan yng enak-enak.
Oleh karena itu,banyak murid yang suka jajan di kantin meskipun harus antri tak jarang juga banyak anak yang membawa bekal dari rumah dan sekedar duduk-duduk di kantin Melihat para cogan buat para cewe.
Tetapi tetap tempat yang banyak cogannya itu di kantin belakang Karna di sana mereka bebas merokok. Kantin belakang tempat para murid yang nakal nakal dan merokok, bolos pelajaran,suka tauran.
Salah satu nya ada di meja kantin belakang yang berisikan empat orang dimana mereka terkenal Dengan bad boy nha, karena sering bolos, tauran dan yang lebih mengerikan mereka merupakan salah satu inti geng motor yang terkenal akan kekejaman dan tidak mau mengenal ampun.meskipun begitu banyak gadis yang tergila-gila dengan pesona mereka karena mereka tampan,tajir dan yang paling penting wajah mereka itu yang sangat mempesona.
"mau pesan apa lo?"
Nasi goreng deh sama es teh"
"Ok"
Sambil nunggu nelin pesan makanan,alya melihat sekeliling kantin yang penuh untung tadi mereka datang agak awal jadi masih ada meja yang kosong.
Tak berapa lama kemudian nelin datang membawa dua gelas es teh.
"Nih,ntah nasi goreng nya di bawakan pakde nya."
"Thanks ya"
"Oke "
"Oiya,gimana lo betah gak kerja di sana?"tanya nelin menatap alya, karena kasian dengan alya yang harus sekolah sambil kerja
"Betah gak betah sih, kalo menurut nyamannya ya betah tapi capek."jawab Alya menunduk mengaduk minuman nya perlahan tersenyum berusaha terlihat senang.meskipun ia tau nelin gak gampang di bohongi.
"Semoga lo betah deh,,klo gak lo kerja di tempat mama gue aja?"
"Enggak ah,,gue udah sering ngerepotin elo"
Tolaknya karena nelin sudah banyak membantunya.selama tiga tahun mereka temenan selama itu juga mereka selalu bersama dan saling membutuhkan. Tak jarang nelin selalu membantu alya ketika kesusahan entah kehabisan bahan makan.
"Kya sama siapa aja elo mah"
Tawa nelin dan reflek menepuk bahu alya dengan keras.
"Ck nel,elo mah klo reflek bisa gk usah nabok gue."
Cemberutnya pura-pura merasa kesakitan mengusap bahunya.
"Yaelah gitu aja,masa sakit sih."
"Buk buk buk buk buk."
"Nel stop" nelin kembali menepuk-nepuk pundak alya menggoda alya.
"Au"
Rintih alya dan berusaha lepas dari nelin tetapu bahunya di pegang erat oleh nelin
"Hahahaha,, gimana sakit kan."
Puas sudah tawa nelin ketika melihat Alya merintih karena habis bahunya di tabok.
"Hahahaha."
Membahanalah tawa mereka berdua di kantin tanpa perduli tatapan orang-orang di kantin yang menatap mereka.
"Permisi neng,ini nasi gorengnya"
Aksi mereka berhenti ketika pakde nasi goreng mengantarkan pesanan mereka.
"Makasih pakde."
"Sama-sama neng cantik."
"Ah bisa aja pakde
Sahut nelin tersipu karena godaan pakde nasi goreng.
"Yaudah di nikmati ya makanannya pakde ke belakang lagi."
"Iya pakde makasih."
Sahut alya tersenyum mengnatar punggung pakde kebelakang dan sesekali menatap sinis nelin yang tidak berhenti tertawa sampai merah wajahnya.
"Ck ayo makan,ketawa mulu lo."
Sinis alya karena sedari tadi sahabat nya itu belum juga berhenti tertawa.
"Iya-iya."dengan mati-matian nelin berusaha menghentikan tawanya.
Akhirnya mereka makan dengan sesekali berbincang dan saling mengejek satu sama lain.
Tak terasa waktu istirahat habis dan mereka harus kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya.