bel berbunyi nyaring di sambut teriakan riuh di seluruh lingkungan sekolah yang menandakan pelajaran terakhir telah habis dan saatnya pulang kerumah. bel pulang adalah bel yang paling di tunggu semua murid
Seluruh penduduk sekolah terbebas untuk meninggalkan sekolah tetapi tak jarang pula banyak yang masih duduk-duduk santai di kelas dan bahkan ada yang duduk di Tribun sekolah untuk melihat para cogan melatih diri mereka untuk lebih Mahir dalam bermain basket tak jarang pula banyak yang pacaran dan masih sangat sayang dan masih banyak anak-anak di sudut sekolah yang sibuk pacaran.
seperti saat ini bukannya pulang kerumah malah kebanyakan kaum hawa duduk di Tribun untuk menyaksikan para cogan untuk latihan basket karena sebentar lagi akan ada pertandingan antar sekolah.
tapi beda dengan alya dan nelin mereka tetap ada di kelas karena menunggu jam ekstrakurikuler alya yaitu basket yang di mulai pukul 3 sore dan ini masih setengah tiga.ya,alya juga di kenal sebagai pemain basket dan menjadi ketua kapten karena kepiawaiannya dalam bermain.tapi nelin tidak,nelin lebih suka ikut dance makanya masuk ekstrakulikuler dance.
"Nel,lo gak pulang?kan hari ini lo gak ada ekskul?."
Penasaran akan nelin yang masih tetap stay di kursinya dan seperti enggan beranjak dari duduknya.
"Gue males di rumah sendirian lagi,,mama papa lagi keluar kota lagi."
Nelin cemberut begitu mengingat kalau dia si rumah sendirian dan cuma di temani oleh pembantu dan satpam.
dengan bibir cemberut nelin meletakkan kepalanya di atas meja Dan terus melanjutkan kegiatan mengscroll t****k.
"Loh,om sama Tante keluar kota?lo kok gak ngomong sih,,kan ada gue tenang aja."
Kaget,ya karena alya tau betul bahwa mama dan papa nelin itu baru saja pulang dari luar negeri beberapa hari terakhir dan sekarang harus berangkat lagi. Dan lagi-lagi nelin di rumah sendirian dan ia cukup kasihan karena nelin selalu ditinggal terus dan tidak ada teman dirumah,ya meskipun dia juga sendirian hidup di dunia ini tapi kasian nelin yang mempunyai kedua orang tua lengkap tapi jarang di rumah meskipun gitu kedua orang tua nelin begitu menyayangi nelin dan juga menganggap alya anaknya.
"Ya gitu,,gue sebel banget sama mereka masa anaknya ditingal terus."
"Sebel sebel."
Nelin menghentakkan kakinya kelantai karena merasa kesal.
Alya sudah tidak kaget dengan kelakuannya nelin yang manja cengeng dan bar-bar.begitulah nelin.
"Kan om sama Tante kerja buat lo juga,gimana sih."
Rayu alya dan memutar tubuhnya ke nelin yang kesal dan terus menghentakkan kakinya,posisinya sedang duduk di kursinya sedangkan alya di bagian belakang kelas untuk mengganti pakaian karena di toilet pasti antri dengan anak-anak lain yang mengganti pakaiannya juga. Mumpung kelas sudah sepi tinggal nelin dan dirinya sendiri.
"Iihhhhj tapi gak gini juga"
"Sebelllllll"rengek nelin dan mendapatkan gelengan kepala dari alya karena sudah begitu hapal dengan sahabat nya itu.dan ia kembali memasang baju nya yang sempat tertunda.
Tak seberapa lama nelin kembali ceria ketika melihat member grup yang terkenal di Korea yang ada ditiktok dan seolah-olah telah melupakan kalau tadi uring-uringan gak jelas.
"Aaaaaaaaaaaaa ayang gue gsnteng banget."
"Bang,sini sama ade."
"Ade suka banget sama abng "
"Ya ampun itu roti sobeknya lumer,,,aaaaaa".
"Jadi pengen gue karungin"
Seketika di dalam ruangan heboh dengan teriakan histeris nelin ketika melihat member kesayangannya.
"Al, liat deh ganteng banget kan ayang gue."
"Muah"
Dengan posisi masih berdiri di atas kursi nelin mencium-cium layar hp nya.
"Muah muah."
"Al liat deh."
Loncat-loncat di kursi dan menari kesana kemari mata nya memandang ke hp dan terus berjoget mengikuti musik dance nya kesayangannya.
"Alya"
"Al"
"Al,,,alyaaaa."
Sudah tiga kali nelin memanggil nams alya tetapi tidak ada sahitan.Seketika nelin berbalik badan menghadap alya dan mata nelin membulat dan tangan di pinggang sambil menghentakkan kakinya kesal karena sedari tadi manggi alya tapi gak di respon malah asik melamun dan tidak memperhatikan nya.
"Al,,lo ngapain sih, dari tadi gue panggil gak nyaut.?"
Tetap alya tidak bergeming dan tetap melamun sambil menatap perutnya dan entah nelin tidak tau alya melamunin apa.