KEPULANGAN DAN TELPON MENDADAK "Haruskah kita segera kembali ke kantor lagi, Tuan Lukas?" tanya Davina. "Menurutmu bagaimana? Apakah aku harus tetap di sini menemanimu kita menghabiskan sisa-sisa umur di sini, di Pulau terpencil. Atau kau ingin kembali ke kota untuk bekerja?" sahut Lukas. "Jika boleh jujur, aku ingin ada di sini selama mungkin, Tuan Lukas. Tapi aku juga sadar tak akan mungkin. Karena kita tetap harus bekerja dan menjalani kehidupan normal seperti orang lainnya," terang Davina. "Apakah itu artinya kau sudah bosan denganku, Davinn?" tanya Lukas. Davina pun menggelengkan kepalanya lemah. "Tidak, Tuan Lukas. Tentu saja tidak ada kata bosan saat bersamamu. Kau selalu memiliki banyak hal baru yang tak pernah aku ketahui sebelumnya. Bahkan aku merasa semua keinginan masa k

