TATAPAN MENDALAM DAVINA "Karena mereka sahabatmu?" tebak Lukas. "Tentu, karena dia satu-satunya sahabatku. Tuan Lukas, aku sama sepertimu. Saat aku masih kecil aku tidak pernah datang ke sini karena orang tuaku tidak pernah membawaku. Mereka hanya mengajak Leon, setelah besar aku tidak terlalu terpikirkan untuk pergi ke sini," sambung Davina. "Baiklah kalau begitu rasanya kita harus berterima kasih kepada Dea," ujar Lukas sambil menatap Davina. "Benar," sahutnya. "Tuan Lukas, apakah hari ini kau akan pergi ke apartemen milikmu lagi atau kau akan pulang ke rumah kita?" tanya Davina. Entah mengapa tiba-tiba Lukas mengambil helaian rambut milik Davina dan dia menciumi rambut Itu. Tampak harum sekali, Davina pun kaget melihat perlakuan Lukas, karena tak pernah sekalipun ia memperlakukan

