Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Lilian langsung menoleh lalu kembali beralih pada William. “Maaf, permisi sebentar ya, Om.” Lalu bergegas menghampiri Axel di ambang pintu kamar mandi. Callista terlambat. Dia tidak sepeka Lilian. Dan menyesal karena tadi tidak mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. “Axel, belum pakai baju, susah ya?” Memang benar Axel baru hanya memakai piyama celana panjangnya saja. Dan masih bertelanjang d**a. “Ayo kubantu.” Tanpa menunggu jawaban Axel, Lilian segera meraih kemeja piyama lalu dengan hati-hati membantu memakaikan pada Axel. Memang cukup sulit memakai baju sendiri dalam keadaan sedang diinfus. William hanya diam memperhatikan. Baru kali ini dilihatnya jagoannya begitu lemah dan menurut. William tahu keadaan sang putra kesayangan saat

