“Loh, Pa, kemana Axel?!” Callista kaget karena tidak ada Axel di kamar. Dia cari ke kamar mandi juga tidak ada. “Yaa entahlah, kan Papa juga sama kamu dari tadi.” William menjawab dengan sikap santai. Dia justru sibuk menata beberapa menu sarapan di atas meja depan sofa. Kening Callista mengernyit. “Ah, Papa. Dan … Lilian juga nggak ada loh, Pa! Kemana mereka sih?” Dengan berkacak pinggang Callista mengedarkan pandangan ke seluruh sisi kamar. Padahal jelas-jelas memang tidak ada. Sedangkan William bersikap santai justru karena Lilian juga tidak ada di kamar. Pikirnya, sudah tentu Axel sedang keluar bersama Lilian. Dan William tidak merasa cemas sama sekali. “Aduh, Pa! Atau jangan-jangan … Lilian bawa kabur Axel?” William terkekeh seraya mengibaskan tangan di depan wajah. “Ada-ada saja

