BAB 197. Nasi Padang

1131 Words

Callista tidak sabar menunggu siang datang, bolak-balik dia melirik jam di pergelangan tangan. Masih jam sepuluh. Dilihatnya William sedang bersantai di sofa sambil sesekali serius pada layar handphone. Callista tahu, pasti William sambil memonitor perusahaannya di London. Sedangkan Lilian sejak tadi terus saja mengurus Axel. Merapikan inilah, mengambilkan itulah, menawarkan ini dan itu. Sampai Callista muak melihatnya. Ingin rasanya dia menimpuk kepala Lilian dengan remote yang sedang dipegangnya. Ya, tadi Callista juga sempat menemani Axel. Tapi baru tiga puluh menit, dia capek sendiri. Akhirnya memilih menonton TV saja. “Pa.” “Iya?” “Memangnya Papa nggak capek dari London langsung kesini? Kenapa nggak istirahat dulu sih, Pa. Di rumah sama mama.” William tersenyum. “Ya kan memang tu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD