BAB 186. Tentang Eric

1097 Words

“Sejak kapan pasien merasa kesakitan?” tanya perawat itu sambil berusaha menenangkan Axel. “Baru saja, suster,” jawab Lilian. Axel tidak bisa ditenangkan. Maka perawat itu melangkah cepat keluar kamar dan kembal lagi dengan membawa obat pereda nyeri. Perawat menyuntikkan obat ke dalam infus. Tidak lama kemudian, Axel berangsur tenang. Sebab rasa nyeri di kepalanya juga mulai mereda. “Bu, Mbak, tolong Mas Axel ini jangan dipaksakan ditanya macam-macam dulu, ya. Sebab jika terlalu dipaksa berpikir, bisa menimbulkan nyeri. Dan tolong diberi banyak waktu untuk beristirahat. Boleh diajak bicara, tapi jangan lama-lama dulu.” “Baik, suster.” Lilian yang menjawab. Perawat itu pamit keluar kamar. Lilian menoleh pada Axel yang sudah tenang kembali. Memejamkan mata seperti orang yang sedang tidu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD