Edwyn hanya menganguk pelan dan menurut saja. Meskipun dalam hatinya masih bingung. Lagipula lantai kamarnya juga sudah lewat. Lift berhenti di lantai delapan. Edwyn mempersilakan Inggrid untuk keluar lebih dulu. Kemudian dia menunjukkan kamar Inggrid yang letaknya nyaris di ujung lorong. “Ini Bu kunci kamarnya.” Edwyn menyerahkan kunci kartu pada Inggrid. Lalu dia sendiri mundur untuk memberi jalan pada Inggrid. Pintu kamar terbuka. “Ayo Edwyn, sini masuk!” Edwyn menerima sinyal bahwa itu adalah kalimat perintah dari Inggrid. Apalagi Inggrid sudah masuk lebih dulu. Jadi dia seperti tidak diberi kesempatan menolak. “Tutup saja pintunya!” perintah Inggrid lagi setelah Edwyn masuk. Kini mereka berada dalam satu kamar, hanya berdua. Edwyn cukup mengagumi fasilitas deluxe room ini. Tadi d

