Baru saja Edwyn mau melangkah menghampiri Inggrid, atau bahkan langsung menerkamnya. Terdengar suara ketukan di pintu. Inggrid terkekeh kecil melihat raut wajah Edwyn yang sontak berubah cemberut. “Sana buka dulu pintunya! Kamu pesan makanan, kan?” “Huft! Iya.”Edwyn menghela napas dalam lalu berjalan membukakan pintu kamar. Seorang pelayan membawa semua pesanan makanan dan minuman. Lalu diletakkan di meja depan sofa. Pelayan mengucapkan terima kasih pada Edwyn dan sempat menoleh sebentar pada Inggrid, lalu langsung memalingkan wajah kembali. Dengan gestur tubuh sopan, dia keluar kamar. Edwyn segera menutup pintu rapat-rapat. Edwyn membalik badan, mengusap wajah sekali saat fokusnya telah kembali pada Inggrid. Dengan tidak sabar, Edwyn berjalan cepat mendekati Inggrid. Tangannya sudah t

