Penuh waspada, Rosa berjalan masuk ke café. Dia yakin betul tadi melihat Edwyn masuk ke café, tapi hanya sendiri. Dan Rosa yakin, tidak mungkin Edwyn akan makan siang di café kalau tidak ada janji dengan seseorang. Setahu dia, Edwyn kalau makan siang di kantin kantor. Atau bahkan nebeng dengan karyawan lain. Beberapa karyawan kantor yang makan siang di café itu menegur Rosa, dan dijawab anggukan seraya senyuman. Namun pandangan Rosa terus memindai ke seisi ruang café. Hingga dia melihat ke sebuah meja bundar di pojokan ruangan, agak tertutup dengan tanaman hias setinggi pinggang orang dewasa. Rosa memilih duduk di salah satu kursi tinggi yang berjajar menghadap meja bar. Dia memesan minuman untuk dibawa, bukan untuk diminum di tempat. Sambil menunggu pesanan datang, Rosa sesekali kembali

