BAB 209. Rosa Curiga

1094 Words

Namun kali ini, Edwyn tidak mau mengalah. Dia merasa, posisinya di kantor ini mulai aman. Pikirnya, jika Rosa sampai mengatakan tidak butuh seorang assitent, dia bisa langsung minta dipindahkan posisi menjadi anak buah Inggrid. Edwyn tersenyum tipis, sinis. Dia berdiri hingga kini mereka saling berhadapan, hanya terbatas meja. “Baru jadi sekertaris CEO saja sombongnya minta ampun. Mulai sekarang, saya tidak mau diatur! Lagipula CEO kita sedang sakit, hilang ingatan. Jadi sudahlah, ngapain kamu yang sibuk. Kalau aku dapat perintah langsung dari CEO, baru akan aku kerjakan!” gertak Edwyn dengan nada agak tinggi. Kedua netra Rosa memicing. “Asal kamu tahu, Edwyn. Kemarin waktu kamu di Bandung, orangtua Pak Axel datang kesini. Papanya Pak Axel itu, adalah pemilik perusahaan induk dari semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD