“Ehm. Iya ini tadi saya mau tandatangan berkas yang dibawa Pak Edwyn, eh malah pulpennya jatuh ke kolong meja. Tapi dicari belum ketemu.” “Ohh.” “Oh ya, itu berkas-berkas yang kamu bawa, perlu saya cek dulu. Tinggalkan saja di sini. Nanti kalau sudah selesai baru kamu ambil lagi.” “Baik Bu.” Sekertaris itu meletakkan tumpukan beberapa berkas di atas meja. Dia juga sempat melirik rak kecil di atas meja. Baru kemudian pamit ke luar ruangan. “Ah, perasaan tadi Pak Edwyn datang nggak bawa berkas apa-apa. lagian di atas meja juga masih ada pulpen lain. Aneh banget orang-orang!” desisnya kemudian kembali ke meja kerja. Edwyn kembali berdiri lalu merapikan kemeja. “Sudah pergi kan dia?” “Sudah! Ih, kamu sih! Hampir saja. Bisa hancur reputasiku di kantor ini kalau sampai ada yang tahu hubung

