Syfo memasuki ruang kerja sementaranya setelah menghadiri rapat bulanan kantor yang memakan waktu lebih lama dari biasanya. Kepalanya sudah nyut-nyutan karena tadi pagi belum sempat sarapan. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul satu. Dia menghubungi Rossi untuk dipesankan makan siang. Namun saat dia hendak meraih gagang pesawat telepon, benda tersebut lebih dulu mengeluarkan dering. Syfo menerima telepon tersebut karena fungsi intercom untuk pesawat telepon yang ada di ruangan ini tidak bisa dioperasikan, sehingga dia tidak bisa tahu dari dari line mana yang sedang menelepon. “Bu Syfo, ini Rossi. Pak Aries mau ketemu sama ibu.” Syfo berpikir keras mempertimbangkan akan menemui Aries atau tidak. “Saya lagi sibuk. Ada banyak berkas yang harus saya tanda tangani, Rossi,” ucap Syfo tegas.

