Syfo masih malas pulang ke apartemennya. Dia merasa kesepian dan kejenuhan sedang berada di puncak kehidupannya. Keluar dari basement kantor dia berkendara tak tentu arah. Roda mobilnya terus berputar membelah jalanan ibu kota yang mulai padat merayap di pukul lima sore hari. Entah angin apa yang membawanya ke sini, ke Melody’s Cafe yang cukup lama tidak didatanginya. Setelah memarkir mobil di spot parkir yang tersedia di samping kafe, Syfo melangkah santai memasuki kafe. Kafe belum terlalu ramai menjelang magrib seperti ini. Kebanyakan yang membeli minuman atau makanan yang disediakan kafe dibungkus dan dibawa pulang atau take away. Syfo ikut mengantri di belakang pengunjungg yang lain untuk memesan minuman favoritnya. Pelayann bagian pemesanan seolah sudah hapal di luar kepala saat m

