Syfo memarkir mobilnya di samping Melody’’s Cafe. Hal yang membuat Melody mulai heran. Dia kira kakaknya itu hanya akan menurunkan dirinya di depan pintu utama kafe lalu pergi. Kenyataannya Syfo malah mematikan mesin mobilnya. “Aku nggak usah ditungguin, Kak. Bisa pulang sendiri,” ujar Melody sambil membuka seat belt. “Aku udah nggak boleh maen ke kafe ini lagi memangnya? Karena kafenya sudah pindah tangan?” “Ya nggak gitu juga. Tadi Kakak bilang lagi sibuk dan buru-buru. Sekarang malah matiin mesin mobil. Mau ikut masuk juga dong artinya?” “Iya, aku memang ingin masuk kok.” “Terserah Kakak aja deh. Tapi kalau Kak Syfo mau balik kantor duluan nggak apa-apa aku tinggal aja.” Syfo hanya menunjukkan kode ‘oke’ lewat jari-jarinya. Namun dia tidak lantas menyusul langkah Melody ke dala

