Asisten Lekha melihat keberadaan Syfo sedang duduk termenung sendirian di sudut ruangan. Perempuan muda itu bergegas menghampiri Syfo karena sejak lebih dari lima belas menit yang lalu Syfo sama sekali tidak menyampaikan tujuannya mendatangi tempat ini. “Permisi...Ibu Symphony ada janji mau periksa?” tanya asisten Lekha sopan. “Oh, nggak. Saya cuma ada kepentingan dengan Dokter Chandra,” jawab Syfo ramah. “Masih banyak lagi pasiennya?” “Masih, Bu. Ada 20 pasien yang sudah konfirm. Yang sudah masuk 6 orang, sisanya masih menunggu giliran,” jelas asisten Lekha. “Kalau nggak mengganggu saya mau masuk sebentar ya untuk ketemu Dokter Chandra. Paling nggak sampai sepuluh menit.” “Oh, bisa. Saya sampaikan dulu pada Dokter Chandra ya, Bu.” Syfo mengangguk sambil tersenyum kemudian membiarka

