Symphony-52

2120 Words

Syfo berdiri di depan cermin seukuran tubuhnya. Dia menilik penampilannya pagi ini. Sebuah blouse sifon warna putih dan celana katun warna khaki menutup sempurna kaki jenjangnya. Setelah puas dengan penampilannya Syfo keluar kamar sembari menenteng tas jinjing penuh percaya diri. Dia berjalan santai menuju ruang makan, tempat Luthfi sedang sarapan ditemani oleh Jinan. “Ke kantor diantar sopir atau bareng Abang?” tanya Luthfi setelah Syfo menarik kursi makan dari bawah meja dan mendudukinya.  “Sendirian aja, Bang.” “Yakin sendiri?” “Kalau nggak dicoba kapan beraninya, Bang? Mau sampai kapan aku ngerepotin Abang dan Jinan terus?” “Kami sama sekali nggak merasa direpotin, kok,” respon Jinan. “Aku senang kalau Tante Syfo ada di sini.” Syfo mengusap pangkal lengan Jinan yang sedang duduk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD