Symphony-53

1578 Words

Syfo melangkah penuh percaya diri memasuki sebuah restoran tempatnya janji makan siang dengan Lekha. Meski masih tersisa rasa was was ketika dia bepergian sendirian seperti ini, tetap rasa itu harus dilawan. Seperti yang selalu dikatakan oleh Sagara untuk menguatkan mental Syfo. Syfo bersyukur dipertemukan oleh pemuda yang tidak hanya baik, ramah tapi juga pengertian dan sabar seperti Sagara. Dan momen ini adalah untuk yang pertama kalinya sepanjang dua bulan terakhir dia keluar kantor, mengendarai mobil sendiri dan juga seorang diri. Biasanya minimal ada satu orang yang ikut bersamanya. Entah itu Sagara atau Rosi.  “Hay, Lek,” sapa Syfo sambil bercipika cipiki dengan Lekha yang sudah lebih dulu sampai restoran.  “Lo sendirian aja?”  Syfo mengangguk cepat. “Everything is oke, Lekha. Gue

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD