Sagara membawa Syfo ke kafenya. Dia meminta Syfo beristirahat di sana sampai kembali tenang baru kembali ke kantor. Syfo menurut karena sejak meninggalkan kafe tadi kepalanya tiba-tiba merasa pening. “Kamu butuh apa? Udah makan, kan?” ucap Sagara. “Udah makan. Aku butuh obat sakit kepala. Dari tadi pusing banget.” “Tunggu sebentar ya.” Sagara berlalu dari hadapan Syfo. Dia bergegas menuju dapur dan mencari keberadaan obat sakit kepala yang dibutuhkan Syfo di lemari kabinet. Setelah menemukan aspirin yang dibutuhkan oleh Syfo, Sagara mengambil gelas dan mengisinya dengan air hangat yang tersedia di termos. Sagara melakukan semua aktivitas itu dengan sigap. Tidak sampai sepuluh menit dia sudah kembali ke hadapan Syfo. “Ini obatnya,” ucap Sagara meletakkan aspirin di atas telapak tanga

