Sore itu Dani mengunjungi Melody’s Cafe seorang diri. Sudah cukup lama dia tidak mengunjungi Sagara. Keduanya sempat bertemu hanya pada saat acara pesta pernikahan Dani beberapa bulan lalu. Itupun hanya sempat mengobrol selama beberapa saat karena Dani disibukkan oleh tamu undangan yang hadir dalam pesta tersebut. “Lagi nggak sibuk lo?” sapa Sagara setelah menemui Dani yang memilih bangku di teras bangunan utama kafe. “Iya, merasa terpanggil gue. Tiba-tiba pengen aja ke sini.” Sagara tertawa kecil menanggapi candaan temannya itu. “Minum apa, Dan? Coffee atau non coffee?” “Apa ajalah, asal yang dingin. Panas gila hari ini,” jawab Dani sembari melepas jasnya. “Kayak lo tahu aja suhu udara di luar ruangan.” Dani hanya tertawa mendengar komentar sahabatnya itu. Sagara kemudian masu

