Syfo tahu ini gila ketika Sagara ternyata menyetujui ide hubungan tanpa nama yang dicetuskan oleh dirinya sendiri. Syfo berharap Sagara akan menolak mentah-mentah, lalu marah-marah dan berakhir akan meninggalkannya begitu saja karena tidak terima atas ide gila yang dicetuskan oleh wanita bersuami yang usianya lebih tua 10 tahun darinya. Namun Syfo salah besar karena setelah Sagara menyetujui ide yang bisa dibilang cukup menginjak harga dirinya sebagai laki-laki, pemuda itu bahkan masih bersikap ramah dan penuh perhatian padanya. “Kenapa kamu mau menjalani hubungan yang sama sekali tidak menguntungkan posisimu sama sekali sebagai laki-laki, Saga?” tanya Syfo setelah Sagara menyetujui idenya. “Aku juga nggak tahu. Memang terdengar gila, tapi mungkin ini yang dinamakan cinta. Tapi aku haru

