Sagara meminta Syfo berjalan terlebih dulu memasuki toko peralatan musik yang bernama Nada Lagu itu. Syfo berbinar saat melihat apa yang sedang tersaji di hadapannya saat ini. Toko ini tidak cukup kalau hanya dibilang toko alat musik saja karena menurut Syfo toko ini sudah menyerupai museum seni tapi versi mini. Syfo beberapa kali menoleh pada Sagara untuk memastikan kebenaran dari apa yang dilihatnya saat ini. Sagara tersenyum setiap kali tatapannya bersirobok dengan Syfo. “Suka?” tanya Sagara pada Syfo. Syfo mengangguk beberapa kali. Sambil menyentuh bahu Sagara, dia menunjuk sebuah organ yang terletak di sudut toko. Tanpa disadari Syfo, perbuatannya itu membuat Sagara membeku. Sentuhan Syfo yang tanpa aba-aba itu seperti sengatan listrik ribuan volt bagi tubuh Sagara. Syfo memanggil

