1

1800 Words
Pagi ini aku berangkat sekolah sedikit siang, alhasil aku terlambat ke sekolah. Awalnya aku sedikit gugup, takut kalau kalau hanya aku saja yang terlambat. Ternyata ada cukup banyak siswa yang terlambat juga. 1 jam pelajaran dihabiskan oleh ceramah guru BK. 1 jam lagi, kami di hukum lari lapangan. Aku cukup membenci ini. Bajuku yang cukup ketat, jelas menampakkan besarnya payudaraku. Rok ku cukup pendek, kalau dibawa lari dan tertiup angin celana dalamku sudah pasti terlihat. Aku watados saja, tetap berlari walaupun menjadi pusat perhatian. Aku suka saat laki laki menatapku dengan wajah laparnya itu. Tapi aku menyembunyikannya. Bersikap seolah olah terganggu dengan tatapan mereka. Aku sengaja menyipitkan mataku dan sedikit membuka bibir. Lari 5 kali lapangan adalah hal mudah bagiku, tapi aku hanya ingin iseng. Matahari cukup terik, peluhku begitu deras membasahi bajuku sampai menampakkan bh yang ku kenakan. Aku tidak kuat, padahal baru semalam aku m********i. Dan fantasiku kembali melayang. Ah ingin sekali aku merasakannya. Aku pura pura pingsan. INI ADALAH HAL TERBODOH YANG PERNAH AKU LAKUKAN. Aku merasa tertantang dan ingin merasakan sensasinya. Untuk pertama kalinya, aku senekat ini. Beberapa anak menghampiriku. Aku mendengar derap langkahnya. Sungguh, degup jantungku berpacu kencang. Panas menjalar diseluruh tubuhku saat seseorang mulai mengangkat tubuhku. Aku membuka mataku sedikit. Mengintip wajah laki laki ini. Sial, aku hanya melihat rambut hitamnya. Dia membawaku ke UKS. Murid murid lain di usir guru BK agar tidak mengikuti kami. Sepertinya suster jaga belum datang, karena ruang UKS terdengar sangat sepi. Setelah aku di letakkan olehnya di kasur, aku hanya mendengar langkah kakinya. lalu mendengar dia bicara. "duh, kasih obat apa ya" ucapnya sedikit bingung, sambil membuka buka lemari obat. Aku tetap diam. Cukup kecewa karena dia mengabaikan tubuhku ini. Namun tak lama, dia kembali ke ranjang lalu berdiri disampingku. Dia menatapku lama. Aku merasakannya. Tubuhku kembali memanas. Aku sedikit terkejut saat dia membuka kancing seragamku. Dilain sisi, aku juga senang dan antusias menikmati sensasi aneh ini. Dia terdiam cukup lama seusai membuka semua kancing seragamku. Dia menatap payudaraku lamat lamat. Aku berusaha tetap tenang, menikmati detik demi detik. Lalu tangannya mulai bergerak mengusap p******a kiriku yang masih terbalut kain. Dia kembali diam dan meninik wajahku. Sepertinya dia takut aku terbangun. Setelah yakin aku belum bangun, dia menarik bh ku ke atas. Memekku berdenyut, rasanya seperti mimpi. Ini sensasi yang aneh. Perlahan dia meremas payudaraku. Tangannya yang sedikit kasar membuatku melayang. Aku menggigit bibir dalamku agar tidak mengeluarkan desahan. Tangannya semakin berani, dia pun mendekatkan bibirnya. Dan ya! DIA MENGHISAP PAYUDARAKU. mhh.. slurrpp... mhhh... shhh... Aku menahan desahanku. Sungguh ingiin rasanya aku mendesah keras dan menjambaknya. Tapi aku tetap diam, pura pura pingsan dan meliriknya sedikit. Dia terus menjilati payudaraku seperti bayi yang kehausan. Kadang menggigit gigit ujung payudaraku. Seluruh tubuhku panas. Bagian bawahku juga mulai basah. Ini benar benar hal baru bagiku. Orang asing menghisap payudaraku. Sejujurnya, aku menginginkan lebih. Tapi sepertinya, seseorang datang. Dia buru buru membenahi seragamku dan meninggalkanku begitu saja. Setelah dia keluar dari ruangan, aku membuka mataku dan menyentuh bagian yang disentuhnya tadi. Nafasku memburu. Ah sepertinya aku harus menuntaskannya sendiri. Aku hendak turun dari ranjang, saat pintu UKS terbuka. "Gantari, ibu dengar kamu pingsan tadi dilapangan?" Ucap Bu Maya, pembina eskul KIR. "iya bu, kayaknya karena saya belum sarapan bu" "haduuhhh pantesan mukamu pucat, keringat dingin juga. Kamu tuh jaga kesehatan, jangan sampai sakit lohh. ingat minggu depan ada Lomba" Aku tersenyum ramah. "iyaa bu, terimakasih" Bu Maya tersenyum lalu meninggalkan ku. Aku menghela nafas, lalu menunduk menatap payudaraku. Lelaki beruntung mana yang menghisapnya, pagi pagi begini. Aku meremasnya pelan. "ahhh... not bad, for the first" Aku terkekeh pelan, turun dari ranjang, dan bergegas meninggalkan UKS. Kelasku tidak begitu jauh dari UKS. Hanya memakan waktu 2 menit saja, aku sudah sampai. Kelasku ramai, sepertinya guru di kelasku sedang tidak hadir. Selly dan Caca menghampiriku. "Gantarii kamu kemana ajaa siih? kami tadi nyariin kamu ke lapangan, tapi cuma da tas kamu aja" ucap Selly mendahului. "iyaa, tadi kamu telat kann sama Arya, si Mahen juga telat tuh" sambung Caca. "mereka telat juga?" tanyaku. aku tidak sadar kalau mereka berdua telat. "aku juga telat" Aku berbalik. Ternyata James. Aku menghela nafas, dia tersenyum lalu berjalan masuk ke kelas mendahuluiku. "Gantariii jawabb kamu kemanaa tadiii" "eh.. ehh aku tadi pingsan Ca, jadi istirahat di UKS" "kamu pingsan? tapi kok mereka gatau" ucap Selly. Aku ikutan bingung. Bagaimana mereka tidak tau kalau aku pingsan? Apa itu artinya mereka tidak melihatku? atau salah satu dari mereka yang membawaku ke UKS? oh tidak. itu adalah hal yang buruk. Aku menatap mereka bertiga bergantian. Arya tampak tenang dengan laptopnya. Begitupun Mahen, ia terlalu fokus dengan komik sampai tidak sadar jika sedang aku perhatikan. Bagaskara? dia sibuk mengobrol. Seingatku, suara laki laki itu belum pernah kudengar. Berarti, dia bukan teman sekelasku kan? "Gantari !" Caca memanggilku sedikit berteriak. "kamu aneh banget deh pagi ini, melamun aja dari tadi" aku terkekeh. "gatau tuh, kesambet setan UKS kali dia hahha" " ah, udah lah kita ke kantin aja yuk" ajakku sambil mengalihkan pembicaraan. Di sepanjang jalan menuju kantin aku terus memikirkan hal yang terjadi pagi tadi. Rasanya aneh, tapi cukup menantang. Satu hal yang masih mengganjal pikiranku. Siapa laki laki itu? ***** Kami bertiga duduk di tempat biasa. Semuanya biasa saja, sampai seseorang tiba tiba duduk disampingku. Aku sedikit terkejut, dan langsung memasang wajah tidak suka. Begitupun kedua sahabatku. "maaf, aku boleh duduk disini kan?" ucapnya. Aku menatapnya tajam seraya berdiri dari kursiku dan langsung meninggalkan kantin. Selly dan Caca mengikutiku. "orang orang kenapa aneh banget sih" gerutu Caca. "kenapa sih cowo tuh suka banget bikin risih kaya gitu" tambahku. Aku tidak suka di dekati duluan. Apalagi kalau aku tidak tertarik dengannya. Selly mengangguk setuju. "huuhh, tadi aku langsung kesel banget. Kenal enggak, kok tiba tiba join di meja kita. annoy banget" Suasana hati kami bertiga jadi sama sama buruk. Aku pun memutuskan untuk pergi ke ruang eskul karena terlanjur badmood. Tentu, sebelumnya aku izin ke guru mapel ku dengan dalih menyiapkan lomba minggu depan. Setengah jam pertama berjalan dengan baik, aku sangat fokus dengan rancangan proposalku. Tiba tiba aku teringat kejadian pagi tadi. Sambil melanjutkan pencarian bahan untuk proposal, aku mengusap usap payudaraku. Ya, di ruangan ini hanya ada aku. Tidak masalah untuk melakukan apapun sepuasku. cctv? hanya pajangan. Tentu, sebelum seberani itu, aku sudah mengetahui seluk beluk sekolah ini. Lama aku mengusap payudaraku dari luar, aku pun mulai membuka kancing bajuku dan mengeluarkan dua buah gunungku. Ku pilin pelan putingku sambil sesekali ku remas remas. Desahan desahan kecil mulai keluar dari bibirku. Untuk menambah sensasi, aku membuka ponselku. Mencari koleksi berhargaku. Aku memilih 1 vidio favorite ku. Ku rebahkan tubuhku di sofa sambil menonton vidio porno itu. Memekku berkedut, aku mengusapnya pelan. Lalu ku masukkan jari tengahku ke lubang kenikmatan ini. mhhh... ahhh... Aku memompa memekku dengan pelan, ku sentuh titik nikmatku. Aku pun mempercepatnya, keringat mulai membasahi pelipis ku. Ponselku, ku biarkan tergeletak dilantai. Aku terus mempercepat kocokan di vaginaku, sambil membayangkan seseorang memompanya dengan k****l yang besar. akhh... iya sayanghh... ahhh... kontolmu enak banget sayang... shhh... ahhh.. gede banget.. ahhh.. ahhh... aku mau keluar ahh mhhh shhh ahh... Aku mencapai puncak. Walaupun aku telah mencapai puncak, kini rasanya sudah sedikit berbeda. Aku ingin merasakan lebih. Aku semakin ingin merasakan sentuhan orang lain dan bergerak liar diatasnya. Pukul 12 tepat. Aku segera mengusap peluhku dan membersihkan m***k yang banjir dengan cairan m********i ku tadi. Sebentar lagi, bel istirahat kedua segera berbunyi. Aku merapikan pakaian dan rambutku yang berantakan. Tiba tiba, ponselku berbunyi. seseorang mengirimiku pesan. Nomor tak bernama? Dengan penasaran, aku pun membuka pesannya. unknown : Kamu sangat hot tadi. lain kali, lakukan lah lagi disana, aku sangat menikmatinya. Tubuhku merinding. Seseorang mengawasi aktifitasku? melihatku m********i di ruangan ini? Itu tidak mungkin. Aku berdiri bingung. Ponselku kembali berdenting. unknown : Tidak perlu panik, aku hanya menikmati mu. Aku terus membayangkan mu diatas ranjangku. haha, lihatlah kamu sangat menggemaskan saat panik seperti itu. Jantungku berpacu tidak karuan. Perasaan apa ini? Aku sedang dilecehkan, tapi kenapa rasanya aneh? Ah tidak, pikiranku semakin tidak beres. Aku bergerak panik dan membongkar beberapa sudut ruangan ini. mencari kamera tersembunyi? atau sejenisnya yang bisa di gunakan untuk melihatku dari jauh. Tapi nihil, aku tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Ruangan ini bukan milik umum. Kuncinya hanya aku dan bu Maya yang memilikinya. Ini sangat aneh. Aku menggelengkan kepalaku, berusaha mencari setitik kewarasan disana. Apa ini hanya fantasi ku saja? Aku membuka ponselku lagi. pesan itu masih ada. Ini nyata. Aku terkejut saat ada pesan baru lagi. Sebuah foto. Pap k****l? Aku terkejut. Tidak, sudah berapa kali aku terkejut hari ini? Seluruh tubuhku merinding melihat gambar yg dikirim nya. Besar dan panjang. Rahimku terasa hangat membayangkan di hujam k****l sebesar itu. Aku berdecak pelan, birahi ku kembali naik. Ponsel ku berdenting lagi. unknown : sayang, berhenti menatapnya seperti itu. dia semakin tegang di tatap begitu. Aku melotot tajam. Apa dia mengawasiku dari kamera ponselku sendiri? Aku spontan menutup kamera depan ponselku dengan jari. Dan mulai mengetikkan pesan balasan. you : kamu siapa? unknown : oh ayolah, kamu mengenalku sayang. "What the f**k?! who is he!??" Aku berteriak frustasi. you : please, to the point. who are you? unknown : apa kamu sudah tidak sabar untuk berada diranjangku? Aku keluar dari aplikasi dan enggan menanggapinya lagi. Perasaan aneh ini, sungguh mengganggu ku. Aku pun merapikan barang barangku dan segera keluar dari ruang eskul. Tepat saat mengunci pintunya, bell istirahat berbunyi. Beberapa siswa sudah berkeliaran. Mungkin jam kosong. Aku pun berjalan hendak kembali ke kelas dan bertemu dengan 2 sahabatku itu, tapi seseorang menghadangku. "Kak Gantari, aku... aku ma-maau ngasih ini buat kakak" ucapnya malu malu. Aku menghela nafas. Tak perlu waktu lama untuk menjadi pusat perhatian. Aku cuek dan langsung meninggalkan bocah itu. Bicara padaku saja dia gagap? sungguh jauh dari tipeku. Sepertinya dia siswa kelas 10. Masih bau bawang. Aku berjalan sambil menatap tajam orang orang yang juga menatapku sehabis aku ditemui bocah itu. Tapi mereka mengalihkan pandangannya ke arah belakangku. Aku ikut menoleh dan ternyata, bocah itu mengikuti ku. Kali ini, aku menghela nafas dengan sangat panjang. Lalu menatapnya dengan raut "apa lagi?". Ya, setidaknya dia cukup tinggi dari ku. Tidak, dia sangat tinggi dariku. Berapa jaraknya sampai sampai aku harus mendongak? Apa dia orang yang berbeda? Aku menoleh ke belakangnya, mencari bocah tadi. Nihil. lalu, apakah dia adalah bocah tadi yang aku lewatkan? "Kak, to-tolong terima aja ya" Aku kembali tersadar. woo, jarak ini terlalu dekat, aku mundur dua langkah. Yaa aku bisa melihat wajahnya tanpa harus terlalu mendongak sekarang. Betapa terkejutnya aku saat melihat wajahnya. Dia... seperti tidak asing? Aku menyipitkan mata ku. Berusaha mengingat wajah, menyatukan ingatan ingatan yang pudar. Kepalaku sedikit pusing. Oh apa aku pernah hilang ingatan? sepertinya tidak. tapi kenapa aku sangat pelupa dan sulit mengingat? apa karena sering menonton vidio porno? aku berdecak sebal lalu kembali menatap wajahnya. "Ba..gaskara?" 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD