bab 26

1434 Words

Nur yang tubuhnya merasa sudah baikan, mulai menulis kembali, ia merasa punya hutang pada Bara karena belum memberikan karya untuknya. "Sudah sehat, Kak?" Zian bertanya pada Nur yang sudah duduk sambil membuka laptopnya "Sudah kok!" "Mau aku bikinin roti bakar?" "Boleh, jangan lupa coklatnya yang banyak." "Siap!" Zian kembali ke dapur, di sana sudah ada Arum yang membantu Bu Ijah menyiapkan masakan untuk sarapan. Sedang Nur kembali fokus pada layar laptopnya, sesekali ponselnya bergetar ia hanya meliriknya sekilas karena memang tidak ada yang penting. Entah kesekian kalinya, ponselnya bergetar, hingga nama mertuanya mengirim pesan. Karena penasaran ia membukanya, lagipula ini entah untuk ke dua kali mertuanya itu mengirim pesan padanya. Nur mengunduh foto yang dikirim Wati, sebuah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD