Sore harinya Raka di bawa pulang, karena memang hanya luka luar saja. Beberapa kali ia menghubungi Nur, namun tidak ada respon. Kalau saja hari ini dirinya bisa mengemudikan mobil, mungkin saat ini juga ia akan menemuinya. "Mas, kamu mau makan apa?" tanya Mayang setelah mereka tiba di rumah. "Gak usah, aku udah kenyang makan hati." "Tapi, Mas dari tadi kamu belum makan!" seru Mayang dengan kening yang mengerut. "Memangnya kamu peduli?" "Aku ini istri kamu dan tidak bisa di pungkiri itu." "Udah, sana! aku mau istirahat, kepalaku semakin pusing mendengar ocehan kamu." Usir Raka yang mendorong tubuh Mayang agar segera keluar dari kamarnya. Mayang dengan pasrah keluar dari kamar, ia hanya bisa menatap pintu kamar yang di banting keras oleh suaminya. "Kenapa?" tanya Wati yang mendengar

