Hari Sabtu telah tiba, sesuai kesepakatan Zian, Putri dan Tari mulai membuka stand makanan. Pagi-pagi sekali Zian di telepon Tari memberinya kabar untuk segera pergi ke taman. Sejak pemukulan kakaknya, Putri tidak pernah menghubunginya sama sekali. Sampai ketika mereka bertemu seperti saat ini, hanya tatapan mata yang saling melirik tanpa menegur sapa. Tari yang merasa aneh dengan tingkah mereka berdua mencoba mencairkan suasana, namun tetap saja hanya ditanggapi biasa oleh mereka berdua. "Put, Lo lagi berantem sama si Zian?" tanya Tari ketika mereka berdua sedang istirahat setelah membuat tenda, sedang Zian pergi membeli makanan ringan di mini market. "Enggak!" "Terus kenapa pada diem-dieman segala?" "Udahlah gak usah bahas dia, gue lagi gak mood!" Putri melangkah menjauhi Tari yang

