"Aku menyuruhmu menginap bukan apa-apa, hanya saja kita perlu bicara tentang semuanya." "Maksudmu?" tanya Raka tidak mengerti. Nur menyodorkan kartu ATM yang waktu itu sempat diberikan oleh Raka padanya, "Maaf, aku baru mengembalikannya sekarang, kamu tenang saja uangnya masih aman karena sepulang dari Bandung waktu itu, aku tidak pernah menggunakannya." "Kamu pegang saja, aku masih punya satu kartu lagi." "Mas, sebentar lagi kita akan berpisah. Aku tidak ingin menjadi beban kamu, lagipula aku juga sudah mempunyai penghasilan." Raka meraih ATM yang diberikan Nur, ia menyimpannya ke dalam dompet. "Satu lagi, untuk masalah harta gono-gini aku tidak akan menuntut sepeserpun." "Jadi, kamu sudah bulat akan berpisah denganku?" Raka bertanya dengan pandangan lurus ke depan, melihat luasny

