bab 11

1374 Words

Nur terbangun tengah malam karena tenggorokannya kering, meski dengan mata ngantuk ia pergi ke dapur mengambil air minum. Di meja makan, semua makanan yang di masak Raka masih tersaji dengan utuh, bahkan piringnya masih tetap ada di tempatnya. Terdengar dengkuran halus dari ruang tamu, Nur melihatnya di sana Raka tertidur dengan pulas di atas sofa. "Mas!" panggil Nur dengan lembut, namun Raka masih saja terlelap. Tubuh Raka di tutupi dengan selimut yang dibawa Nur dari kamarnya, ponsel Raka menyala sebuah notifikasi pesan dari adiknya. Penasaran dengan pesan yang di kirimnya, ia membuka pesan tersebut. [Kak, aku kecewa sama kakak, hanya karena seorang istri kakak membuatku malu di area publik] Nur mengambil nafas dalam, ia merasa lelah dengan semua keadaan ini. Akankah sebuah perpis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD