bab 12

1372 Words

"Biarkan seperti ini, sebentar saja!" pinta Raka. Nur merebahkan kembali kepalanya di atas bantal, membiarkan tubuhnya di peluk hangat oleh Raka. Hembusan nafas Raka membuat jantungnya berdetak lebih cepat, ia masih wanita normal yang pernah di sentuh oleh pria, wajar saja jika perasaannya menjadi sedikit menghangat. "Mas!" panggil Nur dengan lembut. "Hem! sudah tidur, mas ngantuk! kamu tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu selama kamu tidak mengizinkannya." Ada sedikit kelegaan dalam hati Nur, ia memutuskan memejamkan matanya meski dengan susah payah. Keesokan paginya, Zian pergi ke toko buku tempat dulu kakaknya bekerja. Ia hanya ingin membeli novel untuk refrensi cerita yang sedang ia tulis. Sengaja motornya ia parkir di ujung, bukan apa-apa lebih nyaman ketika tidak ada orang y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD