"Apa kamu ingin bercerai dengan ku?" Pertanyaan suaminya berhasil membuat tangan Nur mengambang di udara, ia bingung harus menjawab apa sekarang, ia mengambil nafas panjang. "Menurutmu?" "Tidak bisakah kamu menjawab dengan jawaban yang selayaknya kamu jawab?" "Baiklah, sekarang aku yang bertanya. Apa rumah tangga kita sudah sepantasnya di pertahankan atau memang harus selesai sampai di sini?" "Aku tidak tahu!" "Kalau kamu tidak tahu, lantas kenapa kamu bisa bertanya seperti itu?" Raka frustasi dengan semua kalimat yang di ucapkan istrinya itu, entahlah ia bahkan tidak tahu rumah tangganya masih bisa di sebut rumah tangga biasa atau tidak. "Tidurlah!" ucap Nur. Paginya Nur dan Zian membersihkan kekacauan yang dibuat Raka semalam, bahkan rumahnya seperti yang baru di pindahin, semu

