Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, tidak sepatah katapun yang di ucapkan mereka berdua. Ketika jalanan lengang, tak segan Raka menancapkan pedal gasnya dengan dalam. Nur hanya bisa mempererat pegangannya pada seatbelt dengan perasaan was-was. Tanpa sepengetahuan Raka, Nur mengirim pesan pada Zian. [Kakak dalam perjalanan pulang dengan Kaka iparmu] Raka yang mengetahui istrinya sibuk bermain ponsel, ia merampas dan menyimpannya di saku kemeja yang ia gunakan. Tiba di rumah, Raka langsung turun dan membuka pintu rumah dengan kasar. Terdengar suara barang pecah, di susul dengan benda lainnya yang jatuh. Nur masuk dengan terkejut, bagaimana tidak, suaminya kini sedang menghancurkan semua isi rumah. Guci yang menjadi hiasan sudah tidak berbentuk lagi, bahkan pajangan-pajangan lainnya ju

