Arum yang mendengar suara bel rumahnya di tekan, ia menghentikan pekerjaannya di dapur. Nur sudah berdiri di sana dengan menenteng paper bag yang sedikit besar, mereka berpelukan dan masuk ke dalam rumah. "Apa kabar, Bu?" tanya Nur dengan tangannya yang tidak lepas menggenggam tangan ibunya. "Ibu baik, kapan pulang dari Bandung?" "Syukurlah kalau kabar ibu baik, aku pulang kemarin sore. Maaf mas Raka tidak ikut ke sini." "Tak apalah dia tak datang juga." Celetuk Arum dengan pandanganya di buang ke sisi lain. "Bu, ibunya mas Raka masuk Rumah Sakit." "Oh, memangnya dia sakit apa?" "Lebih tepatnya mencoba membunuh dirinya sendiri, dia hanya ingin membuat anaknya tetap berada di pihaknya." "Nur, mau sampai kapan kamu bertahan?" "Aku gak tahu, Bu!" "Dengarkan ibu, ada saatnya kamu har

