Bab 5

1036 Words
"Samudra sudah kasih kabar sama papa dia ngabarin kalau Gwenny itu baik-baik aja. ingat di sana mereka Ibu lagi menyesuaikan diri dan keadaan kasih mereka waktu untuk berdua kita jangan usik mereka." "Kenapa sih Mama itu nggak bermaksud nusik mereka itu cuma pengen tahu keadaan gini gimana." "iya bapak tahu Mama itu khawatir tapi sekarang dia udah punya suami pasti lah Samudra jagain dia dengan baik." Papa nggak bakal ngerti gimana rasanya kekhawatiran Mama ini ke anak kita. yang hamil dia itu bukan papa tapi mama mama yang ngerasain dia tumbuh sejak dari dalam perut mama dan mama itu ngerasain ikatan batin yang begitu kuat sama dia. Jadi kalau misalnya perasaan Mama udah nggak enak berarti itu memang terjadi apa-apa sama dia. sudah itu cuma pikiran Mama aja percaya sama papa. Ibu Gwenny hanya bisa menangis, sebab tidak puas dengan reaksi dan respon yang diberikan oleh suami ya ini. ☘️☘️☘️ hari ini Samudra sudah menyiapkan sesuatu buat istrinya. lucu memang di saat Samudra mengatakan Gwenny adalah istrinya. tapi baiklah ia menyia-nyiakan kesempatan ini hanya dengan cara ini dia bisa membahagiakan Gwenny tanpa harus mengalahkan kan Ego. "Lo mau makan apa? gue masakin." Kening Gwenny berkerut. "Tumben, nggak ada angin nggak ada ujan, ngapain Lo mau masakin buat gue?" "Seharusnya Lo senang dong, gue mu berbaik hati sama Lo. lagi pula, ini gue lakuin biar Lo cepat sembuh, Gwen." "Tumben." Samudra membalikkan badannya, di tatapnya Gwenny dalam-dalam. "Lo lagi sakit, Gwen. kalau Lo nggak sembuh, gue yang repot." "Lo sendiri yang bikin repot diri Lo." "Gwen, bisa nggak sekali aja Lo nggak usah nyolot sama gue, gue juga pengen banget ngelanjutin hidup normal kayak orang lainnya. gua juga pengen pernikahan kita itu baik-baik aja. meski pun ini perjodohan tapi kita itu udah berjanji di hadapan tuhan. gue cuma mau lakuin apa yang seharusnya gue lakuin. tolong, jangan bikin gue marah." Gwenny merasa heran, Tapi Gwenny tidak bisa membohongi perasaannya bahwa dia merasa senang saat diperhatikan seperti ini oleh Samudra. rasanya sudah lama sekali Samudra tidak pernah memberikan perhatian seperti ini. sekarang bolehkah dia merasa senang? Bolehkah Gwenny merasa kalau sekarang ini dia sedang diperhatikan dan diberikan kasih sayang? "Samudra gue boleh ngomong sama lo? 'ngomong apa? "Gue tahu kalau kita ini menikah karena dijodohkan. tapi apa nggak ada sedikit rasa sayang di hati lo buat gue? ya meskipun kita ini tidak pernah cocok tapi seenggaknya dulu kita pernah deket banget, menjadi sepasang sahabat yang saling menjaga. bahkan dulu saat kecil kita pernah punya cita-cita untuk bersama. Dan sekarang itu udah jadi kenyataan. Gue pengen tahu apa yang ada di hati lo. enggak jawab sejujur-jujurnya. apa lo nyesel karena udah nikah sama cewek kayak gue atau bahkan merasa jijik karena harus nikahin cewek penyakitan kayak gue." "Gwen, Lo ngomong apa sih. gak usah mikir yang aneh-aneh kayak gitu." "gue cuma pengen tahu kok. enggaknya pernikahan ini nggak bakal lama kok. gue nggak bakalan ngikat Lo lama-lama. mungkin sebentar lagi gue juga udah nggak ada di dunia ini." "Please, jangan bilang kayak gitu." Gwenny diam "Oke, gue tau ini emang aneh. tapi ngeliat Lo kayak kemarin, gue takut Lo kenapa-napa. gue nggak pengen Lo ngalamin hal kayak gitu lagi. Oke, kita coba, kita coba jalani rumah tangga ini. Gue bakal terima Lo dan sebaliknya." Kening Gwenny berkerut. apakah benar yang dikatakan suaminya barusan? "Lo serius?" "Ya." "Apa karena Lo kasian sama gue yang penyakitan?" "mengasihani seseorang itu manusiawi kan? kita sama-sama belajar aja." meskipun ini terbilang sangat mendadak, tapi Samudra lebih memilih untu mengalah seperti ini. karena jujur, dia benar-benar takut jika Gwenny kembali seperti kemarin sebisa mungkin dia akan memberikan yang terbaik untuk Gwenny, tapi dia akan menyembunyikan ini agar tidak kentara. Samudra sadar, sejak kejadian kemarin dia tahu bahwa apa yang dia rasakan itu adalah salah satu bentuk cinta. Tapi, dia masih malu jika hal itu disadari oleh Gwenny, itu sebabnya Samudra memilih untuk tidak menunjukkan bahwa ini benar-benar perhatian sebagai bentuk tanda cinta. Baginya, biarlah mereka terbiasa hingga semuanya normal selayaknya sepasang suami-isteri pada umumnya. ☘️☘️☘️ setelah tiga puluh menit, masakan Samudra sudah selesai. Ada ayam bakar yang sudah dimasak menggunakan Oven dan nasi putih yang berhasil menggoda selera Gwenny. "Lo bisa masak, Sam?" "Tentu, Lo masih nggak bisa masak?" Gwenny hanya merespon singkat dengan gerakan alis yang terangkat ke atas. "udah gue duga." kata Samudera yang mengerti dengan respons Gwenny. "Anak perempuan satu-satunya, kebanyakan sih emang gitu." "jangan mulaaaaiii!" "Iya, sorry...." "Gimana, enak?" Gwenny tampak lahab, dia menganggukkan kepala sambil terus makan. "habis ini, minum obat. Lo harus sembuh. " gerakan Gwenny saat makan berhenti beberapa saat, dia menatap Samudra beberapa detik, tersenyum kemudian menganggukkan kepala pelan. Samudra pun ikut tersenyum. tidak pernah terlintas di benak samudra mereka akan kembali seperti ini. bisa diam dan berkomunikasi dengan baik. Samudra tidak pernah tahu apa yang sudah menyebabkan hubungan mereka seperti ini, tidak pernah akur saat bersama. yang jelas, Samudra kesal, saat diejek laki-laki cupu oleh Gwenny dulu. saat SMA dan semua itu terbawa hingga mereka kuliah. merasa sakit hati, Samudra pun memberanikan diri untu speak up menjadi Glow up seperti yang sering di sebut orang-orang pada saat ini. "Mama gue nelpon lagi?" "iya, tapi udah gue kabarin balik kalau Lo nggak Kenapa-napa. '" "nyokap gue percaya?" "percaya. kan gue yang ngomong." "Syukur deh. gue bener-bener nggak mau mereka khawatir. nanti saat kita balik ke Jakarta, plis jangan pernah ceritain kejadian ini." "iya, gue tau. tapi..." Samudra mengantungkan ucapannya "Apa?" "Lo punya penyakit kayak gini sejak kapan? kenapa gue nggak pernah tau?" "Lo beneran mau tau?" "Iyalah. bukannya apa-apa, gue udah kenal sama Lo sejak kita kecil. Kuta sering main bareng, dan bahkan tiap hari selalu ketemu. gue nggak pernah liat Li sakit atau apa pun. apa lo baru menderita penyakit ini? Kenapa Lo nggak lakuin pengobatan yang baik buat bikin penyakit Lo ini sembuh? Lo masih muda, apa Lo nggak takut dengan risiko penyakit Lo ini Lo bisa meninggal kapan aja? kasian orang tua Lo Gwen. mereka cuma punya Lo dan kalau terjadi hal buruk sama Lo, mereka pasti bakal terpukul banget. gue aja sebagai orang yang bukan anak kandungnya nggak bisa bayangin gimana perasaan mereka." mendengar pertanyaan Samudra, Gwenny terdiam. tentu dia ingin sembuh. Gwenny justru benar-benar sangat ingin terlepas dari penyakit itu. *** Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD