Bab 6

1040 Words
"Oke, aku bakal cerita sama kamu. Sebenarnya. aku udah lama menderita kebocoran jantung ini, itu adalah bawaan sejak lagi, ca dulu emang belum ada gejala saat aku lahir. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya sama dokter, penyebab jantung bocor pada bayi adalah lubang di jantung yang tidak tertutup dengan sempurna. Dokter memyebutnya Kondisi ini dengan patent foramen ovale (PFO). Penderita PFO umumnya tidak menunjukkan ciri-ciri jantung bocor pada bayi alias tidak bergejala sama sekali. itu sebabnya saat aku lahir semuanya terlihat baik-baik saja. setelah aku usia beberapa bulan, mama aku dan papa aku sering nemuin kejadian hal aneh sama aku, bibir aku yang sering membiru bahkan aku nggak sampai sadarkan diri. kamu ingat? pas di sekolah aku pernah pingsan dan dibawa ke rumah sakit?" tanya Gwenny pada Samudra, samudra tampak berpikir sesaat, ya Samudra ingat dulu Gwenny pernah sempat tidak datang ke sekolah beberapa Minggu. "saat itu aku masuk rumah sakit. cuma dari dulu aku emang nggak pengen ada orang lain yang tau, aku nggak mau mereka ninggalin aku dan nggak mau punya teman yang sakit kayak aku." tanpa Gwenny sadari, tutur bahasanya saat bicara pada samudra juga berubah. mungkin mang sudah saatnya mereka harus menyapa dengan sopan. "Tapi harusnya kamu jujur dari Awal, Gwen. aku juga nggak bakal ninggalin kamu saat itu, karena posisinya kamu sahabat terbaik aku. kamu nggak pernah tau gimana khawatirnya aku saat itu. saat kamu kesakitan pas kita main sepeda, aku khawatir, dan kamu bilang kamu baik-baik aja." "Nggak semua hal bisa diceritakan Sam. dan soal pengobatan, aku udah lakuin pengobatan kemana pun. orang tua aku juga tentunya tidak akan biarin aku kesakitan terus, cuma aku butuh jantung yang baru. menurut kamu, apa ada orang yang kasih jantungnya? enggak, Sam." "Tapi pasti ada Gwen, cuma kamu belum nemuin. aku pernah liat di sosial media, ada orang yang bikin kartu secara resmi dan menyatakan akan memberikn seluruh organ yang dia punya kepada orang yang membutuhkan. Kamu bisa ambil jantung dari dia, Gwen." "Iya mungkin emang ada yang seperti kmu bilang. tapi aku dapetin itu dari mana? nggak semua orang bisa kayak aku Sam, mereka bahkan ada yang lebih parah dan lebih membutuhkan " "aku bakal cari sampai ketemu. aku janji sama kamu." "Oke, Fine. makasih kalau kamu udah mau se peduli itu aku. Tapi, aku nggak mau berharap terlalu besar, Sam. karena aku nggak mau kecewa." Samudra membawa Gwenny ke dalam pelukan. Dia berjanji akan melakukan hal apa pun untu Gwenny bisa tetap hidup. "kamu Adalah harapan orang tua kamu Gwen. Mereka cuma punya kamu. kalau sampai kamu nggak sembuh dan ninggalin mereka lebih dulu, itu akan membuat mereka hancur sehancur-hancurnya, Gwen. kelak, jika kamu juga jadi seorang ibu, pasti kamu nggak mau kan anak kamu lebih dulu ninggalin kamu. hal itu juga yang dirasain sama orang tua kamu, mereka nggak akan pernah siap." Gwenny hanya mengangguk pelan. "Lo mau maafin gue? kita lupain semua yang pernah terjadi, hal buruk apa pun yang pernah ada di antara kita. sekarang, kamu adalah teman, sahabat, adik dan istri aku." Samudra memberikan Jari kelingking kepada Gwenny untuk mengingat janji. Gwenny tersenyum kemudian mengangguk secara perlahan. menautkan kelingkingnya dengan kelingking Samudera. "Iya, Aku janji." kini, keduanya sama-sama tersenyum. menganggap bahwa ini adalah jalan untuk mereka bisa bahagia bersama. Berjanji untuk melupakan hal apa pun yang pernah terjadi dimasa lalu, memantapkan diri untuk menata masa depan yang lebih baik. "Maafin aku, kalau aku pernah ngelukain hati kamu maafin aku kalau aku pernah ngomong hal yang bikin kamu down dan sakit hati. dan untuk perkataan aku kemarin, itu hanya di mulut, itu hanya kekesalan aku doang." "Iya, gak papa, kok. Kalau misalnya kamu nggak bilang gitu, aku nggak bakal kepancing dan sampai harus dilarikan ke rumah sakit, kalau aku nggak dilarikan ke rumah sakit, pasti kita nggak akan kayak gini." Samudra tersenyum. dia berjanji akan belajar untuk mencintai Gwenny, setidaknya, rasa takut kehilangan Gwenny bisa menjadi jembatan di hatinya untuk mudah mencintai gadi itu. sementara Gwenny, dia juga tidak mengerti, rasanya begitu bahagia saat diperlakukan seperti ini. Mendapatkan perhatian dari Samudra seakan membuatnya bahagia sekali. seperti layaknya perempuan yang beruntung bisa dicintai oleh lelaki lain. keadaan sekarang seakan berbanding terbalik dengan kemarin. semuanya berubah dalam waktu sekejap. mungkin ini yang dinamakan takdir, tidak ada satupun manusia yang mampu memprediksi kapan Tuhan bisa membolak-balikkan hati seorang manusia. Gwenny juga berjanji, akan menjadi istri yang baik untuk Samudra, meski belum ada cinta di antara keduanya, Tapi dia berjanji akan mencintai Samudra sepenuh hati. Seperti kata orang, kita bisa karena terbiasa. jadi Gwenny pasti bisa karena mulia detik ini dia akan terbiasa hidup bersama dengan Samudra. "Sekarang kamu istirahat, kalau besok kondisi kamu membaik, kita akan jalan-jalan. anggap aja kita belajar pacaran seperti orang-orang normal di luar sana. cuma bedanya, kita udah terikat pernikahan." "Beneran?" "Iya. tapi syaratnya kamu harus sembuh. kalau belum berarti nunggu kamu sembuh dulu." Gwenny menganggukkan kepala semangat. berjanji besok akan sembuh total. Bagaimana tidak, dia sangat ingin ke menara Eiffel. menara yang sejak dulu dia impikan untuk dilihat di depan mata. dulu dia bercita-cita untuk melihat menara itu bersama pangeran impian. dan sekarang dia di sini bersama Samudra. apa itu artinya samudra lah pangerannya? dia adalah gadis sederhana yang punya sejuta impian penuh cinta. berharap bisa mewujudkan mimpi bersama pangeran seperti di dongeng-dongeng yang begitu mencintai sang Putri. Dia benar-benar sangat ingin seperti putri putri dongeng dongeng. seorang putri raja yang banyak dicintai oleh orang, dia juga yakin semua perempuan pasti sangat ingin hidup seperti itu. memiliki pasangan yang benar-benar mencintainya tanpa hadirnya orang ketiga. dia sering melihat orang lain yang datang merebut kebahagiaan perempuan lain yang bahagia bersama keluarga kecilnya. dia benar-benar takut jika suatu saat nanti ada perempuan lain yang datang ke kehidupannya dan merebut samudra dari hidupnya. Gwenny ini tidak ingin menjadi perempuan yang ditinggalkan oleh perempuan baru itu. terlebih saat ini semoga belum mencintainya. bagaimana jika sosok perempuan itu datang disaat samudra masih belum mencintainya juga? bagaimana jika perempuan itu berhasil merebut hati samudra dan membuat samudra berhasil mencintainya hal itu sudah bisa dipastikan Samudra pasti akan lebih memilih perempuan itu dibandingkan dirinya. bayangkan hal itu Gwenny benar-benar tidak bisa sanggup. rasa takut itu menjalar begitu cepat di hatinya. tapi dia hanya bisa berharap semoga Tuhan tidak berkenan untuk memisahkannya bersama Samudera karena kehadiran orang ketiga. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD