Malam dengan larut bintang yang sudah mulai tak tampak lagi. Nirmala masih dengan pikiran-pikiran semu yang memenuhi otaknya. Bayangan pernikahan itu terlihat sangat jelas di pelupuk matanya. Menjadi seorang istri yang mengabdi pada suaminya. Setelah itu dia akan memiliki anak dan merawat anaknya. Kehidupan ibu rumah tangga dengan mengurus pekerjaan sebagai istri pun mengurus suami dan anak. Nirma menepis semua itu. Dia tak mau bila hidupnya harus berakhir tanpa sebuah impian. Harapan Nirma masih cukup jauh untuk diraihnya. Menjadi seorang guru anak. Demi sebuah hutang. Dia harus rela mengubur untuk sementara mimpi itu. Lima hari lagi dirinya harus mendapatkan uang dengan nilai tak sedikit. Bila itu tak segera di tangan. Nirma harus dinikahkan. Tiba-tiba saja ingatan Nirma berpacu pada s

