Beberapa panti asuhan telah didatangi Hendra. Namun tak ada jejak kedua orang tuanya. Hendra menarik napas panjang. Dia hampir saja putus asa. Menghubungi mama dan papanya berkali-kali. Namun tak ada balasan. Menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia berusaha berpikir lagi dengan fokus. “Dibawa kemana putriku?” ucap Hendra pelan. Hendra menundukkan kepalanya di atas setir. Dia tak tahu bagaimana akan melangkah lagi. Pada siapa Hendra bisa meminta bantuan tentang jejak putrinya yang tak diketahui olehnya. Hendra terdiam cukup lama. *** Nirma, melingkari tanggal pada kalender yang berada di samping meja riasnya. Hari demi hari silih berganti. Waktu untuk mengembalikan uang si tuan tanah pun semakin dekat. Nirma berusaha sekuat tenaga. Sepulang kerja kadang dirinya mencari tambahan la

