Part 12 – Menuju Titik Terendah

1132 Words

Besok waktu terakhir untukmu, Nirma Bersiaplah lusa kamu menikah dengan anakku Nirmala menyesali setiap bulir-bulir yang menetes di antara ke dua pipinya. Tak ada lagi kesempatan untuk menolak. Pun berlari pada sebuah keadaan yang menjerat hati. Tak ada yang bisa dilakukan selain pasrah. Usahanya sudah menunjukkan sebuah hasil. Nirma tak bisa menuntut atau menyalahkan siapa pun di sini. Dia yang sudah banting tulang untuk mendapatkan rupiah. Nyatanya tak berhasil juga. Nirmala berkemas. Semua bajunya pun dimasukkan ke dalam koper. Dia akan pulang kampung dan mengabdi sebagai menantu si tuan tanah. *** “Rosma, Aku harus ke Jakarta. Ada urusan bisnis di sana.” “Aku ikut, kan?” “Untuk kali ini tidak.” “Apa? Kamu membiarkan Aku di sini sendiri!” “Aku tidak mau.” “Dengarlah. Ini uru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD