"Naaah enak kan pindah ke sini untuk sementara? Selama proses pembangunan galery, karena aku takut debunya bikin Biru sesak," ujar Ananta sambil menggendong Biru. Ananta meraih remote dan terbukalah tirai di ruangan yang awalnya temaram. "Ini ayah Nanta yang ngerancang jadi indah kayak gini," ujar Devi. "Saat kau berniat membuka cabang satu lagi toko roti plus cafe, entah kenapa aku punya pikiran punya tempat berdua denganmu, makanya aku buat serba putih," ujar Nanta sambil menatap wajah istrinya dengam mesra lalu menurunkan Biru yang masih saja terlihat bingung dengan tempat tinggal yang masih terasa asing baginya. "Halaaah ayah sok mesra aja, kalau maunya berdua, kenapa jugaaa sampe bikin lima kamar kayak gini?" tanya Livia sambil tertawa dan membawa beberapa travel bag, membantu

