"Apa aku seburuk itu?", sangat lirih Arslan berucap. Ellen bahkan ragu jika dia sedikit mendengar Arslan sedang terisak. Ellen berhenti meronta. "Jangan bersikap seolah kau korban, Ars. Kita sama-sama sadar saat melakukannya. Tidak ada yang dirugikan." Tiba-tiba Arslan melepas pelukan itu dan berbalik badan menghadap jendela kaca. "Aku memang lelaki yang tidak bisa menahan hawa nafsu, tapi aku bukan lelaki yang tidak bertanggungjawab." Ellen terpaku melihat punggung bidang lelaki itu. "Aku tidak peduli. Lupakan itu semua, Ars." Arslan berbalik. "Tidak. Tidak bisa, Ell. Mudah sekali kau mengatakannya. Sadarlah, kau itu wanita!!" Ellen terhenyak dan terkejut dengan suara Arslan yang meninggi. Dia tidak suka mendengar itu. "Maksudmu aku w************n?" "Kau salah...." "Oke, biark

