HUBUNGAN BAGAS DAN SINTA

1202 Words
Susan yang sedang berada di kampus mendapatkan pesan dari bu Hilda "Sayang malam ini tante Siska dan om Irman akan datang untuk membahas pertunangan kamu dan Bagas," isi pesan dari bu Hilda Susan terlihat begitu senang saat membaca pesan itu, "Syukurlah.., disaat seperti ini masih ada Bagas dan keluarganya," ucap Susan yang berbicara sendiri "Hai sayang, sedang apa?" tanya Bagas yang menghampiri Susan ''Enggak.., aku hanya merasa senang saja. Tadi mamah kirim pesan dan katanya mamah dan papah kamu akan datang ke rumah untuk membahas tentang pertunangan kita," jawab Susan "Oh itu..," ucap Bagas yang terlihat tidak senang "Kok kamu kayaknya gak senang?" tanya Susan "E-enggak kok aku senang sayang," ucap Bagas "Kamu.., datang juga kan?" tanya Susan "I-ia, aku pasti datang.., walaupun mungkin sedikit terlambat..," ucap Bagas "Kenapa?" tanya Susan "A-aku kan malam ini harus ada acara dengan teman-temanku," jawab Bagas "Tapi kan kita juga harus ikut membahas pertunangan kita," ucap Susan "Sialan! Kenapa pake ngotot segala sih," ucap Bagas dalam hati "Bu-bukan begitu sayang.., malam ini.., malam ini adalah malam ulangtahun nya si Tomy. Ja-jadi sebagai sahabat terdekatnya aku gak enak kalau gak hadir," ucap Bagas yang mencari alasan Susan menatap Bagas dengan tatapan kecewa, "Ta-tapi aku janji, malam ini aku juga akan datang ke rumah kamu. Aku akan mencari alasan untuk pulang dan bertemu kamu," ucap Bagas "Tapi..," ucap Susan ragu "Sayang.., aku tahu acara pertemuan keluarga kita ini sangat penting. Tapi kamu tahu sendiri kan seperti apa hubungan persahabatan aku sama Tomy, aku gak mau Tomy kecewa..," ucap Bagas yang membujuk Susan "Baiklah.., tapi kamu janji ya. Kamu akan datang malam ini ke pertemuan keluarga kita," ucap Susan "Ia sayang, aku janji," ucap Bagas Susan melihat jam sudah pukul sepuluh pagi, "Sepertinya kelas aku akan di mulai, aku duluan ya," ucap Susan "Ia sayang, aku juga masih ada kelas, kamu duluan saja. aku cinta kamu sayang," ucap Bagas "Aku juga cinta kamu, dah.., sampai jumpa nanti malam," ucap Susan Kemudian Susan kembali ke kelasnya, "Dasar cewek gampangan, di rayu sedikit saja langsung nurut. Lagian mamah pake acara pertemuan keluarga segala sih, padahal malam ini aku harus menemani Sinta di ranjang," ucap Bagas dalam hati Susan menghabiskan harinya dengan belajar di kampus, sedangkan Bagas keluar bersama Sinta dan berjalan-jalan di mall. "Rev, itu bukannya si Bagas pacarnya si Susan?" tanya Aldi "Mana Di?" tanya Revi "Itu yang lagi duduk sama cewek," jawab Aldi "Tapi sepertinya itu bukan Susan," ucap Revi "Tapi itu cewek juga kaya gak asing deh..," ucap Aldi "Ia, aku kaya pernah lihat juga.., tapi di mana ya?" tanya Revi Revi mengeluarkan ponsel nya dan mengambil photo Bagas yang sedang bersama seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Sinta, kemudian Revi mengirimkannya pada Susan, "Apa ini?" tanya Susan yang menerima gambar yang Revi kirimkan "Bagas.., bukannya dia masih di kampus?" tanya Susan yang berbicara sendiri Susan yang baru menyelesai kelasnya langsung keluar dan menghubungi Bagas, sedangkan Bagas yang begitu sibuk bersama Sinta hanya mengalihkan pembicaraan telephonenya, "Kenapa di alihkan?" tanya Susan Susan yang penasaran langsung menyusul Bagas, dan melihat Bagas yang sedang bersama Sinta. Bagas begitu terkejut melihat kedatangan Susan, "Sa-sayang.., kenapa kamu disini?" ucap Bagas yang terlihat gugup "Seharusnya aku yang tanya sama kamu," ucap Susan yang merasa kesal "Be-begini.., biar aku jelaskan," ucap Bagas Susan menatap Sinta yang duduk di hadapan Bagas "Sayang.., tolong jangan berburuk sangka dulu, a-aku bisa jelasin semuanya," ucap Bagas yang masih mencoba merayu Susan "Sejak kapan kamu mengenalnya?" tanya Susan "Ba-baru saja," jawab Bagas "Baru saja.., tapi kalian terlihat begitu akrab," ucap Susan yang menatap kesal pada Sinta "Susan, tolong jangan berburuk sangka padaku. Tadinya aku kebingungan saat berjalan-jalan di mall ini dan kebetulan aku bertemu dengan Bagas," ucap Sinta "Kebetulan..?" ucap Susan "I-ia sayang, kebetulan tadi aku bertemu dengannya," ucap Bagas "Bukannya kamu bilang tadi masih ada kelas?" tanya Susan Bagas terdiam dan memikirkan cara untuk membujuk Susan, Bagas yang melihat tas belanjaan yang baru saja ia belikan untuk Sinta langsung menunjukkannya pada Susan sebagai alasan. "I-ini.., aku kesini untuk membelikan hadiah untuk kamu dan tante Hilda. A-aku sengaja berbogong sama kamu agar aku bisa pergi membeli hadiah untuk kamu. Dan tak sengaja aku berpapasan dengan Sinta, a-aku hanya pernah melihat photonya di internet dan saat melihatnya kebingungan aku mencoba menyapanya. Dan ternyata memang benar dia Sinta saudara kamu," ucap Bagas yang mencari alasan "Saudara.., sejak kapan aku punya saudara," ucap Susan "Susan.., aku tahu kamu masih belum menerimaku sebagai saudara kamu. Tapi Susan.., kita tidak mungkin seperti ini terus," ucap Sinta "Terus mau kamu apa?" tanya Susan ketus "Sayang.., jangan kasar seperti itu," ucap Bagas "Kamu belain dia?" tanya Susan "Bu-bukan begitu sayang, aku sama sekali gak belain dia. Tapi ada benarnya juga perkataanya, walau mau bagaimanapun kalian itu saudara," ucap Bagas "Ia Susan.., aku mohon maaf jika kehadiran aku membuat kamu gak nyaman. Kalau begitu aku pulang saja, Bagas.., terimakasih sudah menemaniku," ucap Sinta yang kemudian pergi Susan masih kesal dengan Bagas dan Sinta, "Sayang duduklah, gak enak di lihatin orang," bujuk Bagas "Terus kamu mau apa?" tanya Susan yang masih kesal "Sayang jangan marah dong.., beneran aku kesini untuk membeli hadiah buat kamu. Dan gak sengaja ketemu dia," ucap Bagas "Terus kenapa menolongnya?" tanya Susan kesal "Sayang.., dia itu saudara kamu. Walaupun awalnya hubungan kalian tidak baik, tapi kalian itu tetap saudara," ucap Bagas "Bagas..," ucap Susan "Sayang aku gak suka ya dengan wanita yang keras kepala, kalian berdua masih belum dekat dan cobalah lebih dekat lagi dengannya, sepertinya dia itu baik sama kamu," bujuk Bagas "Bagas benar juga, mungkin aku terlalu keras pada Sinta," ucap Susan dalam hati "Aku.., ingin punya keluarga yang damai. Dan sebentar lagi acara pertunangan kita akan di tentukan, lalu kita akan menikah.., aku gak mau ya jika nanti keluarga kita seperti sekarang lini. Aku sangat berharap kamu dan Sinta lebih akur dan bisa menjadi keluarga yang harmonis, bukan saling memusuhi," rayu Bagas "Baiklah.., aku akan mencoba lebih baik lagi pada Sinta," ucap Susan "Itu baru pacarku tersayang," ucap Bagas yang menggengam tangan Susan "Dasar wanita bodoh," ucap Bagas dalam hati Susan mencoba tersenyum pada Bagas dan Bagas tersenyum padanya, "Kalau begitu aku antar kamu pulang ya sayang, kan kamu harus bersiap untuk malam ini. kebetulan aku juga harus bersiap untuk pergi ke pesta ulangtahun Tomy supaya aku gak terlambat ke pertemuan keluarga kita," rayu Bagas "Eh gak usah.., aku bawa mobil kok. Kamu pergi aja nanti aku bisa pulang sendiri," ucap Susan ''Jangan begitu.., aku ini pacar kamu. Ayo aku antar," bujuk Bagas "Baiklah..," ucap Susan Akhirnya Susan setuju untuk di antar pulang oleh Bagas, di perjalanan Bagas memperlakukan Susan dengan begitu mesra. Menggengam dan mencium tangan Susan, "Sayang.., terimakasih sudah hadir di hidupku," ucap Bagas Susan begitu bahagia dengan setiap kata-kata manis yang terucap dari bibir Bagas, "Aku udah gak sabar ingin menikah dengan kamu," ucap Bagas "Tapi kan kita masih kuliah," ucap Susan "Apa pentingnya kuliah, kamu itu gak akan aku biarin kerja.., biar aku saja dan kamu cukup jadi nyonya Bagas," ucap Bagas Susan tersenyum dan tersipu malu "Aku ingin setelah acara pertunangan kita, kita segera mencari tanggal pernikahan kita," ucap Bagas "A-aku sih terserah kamu saja," ucap Susan "Baiklah sayang aku akan bicara pada mamah dan papahku," ucap Bagas yang kembali mencium tangan Susan
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD