"Cukup pah! papah tega menampar putriku. Aku masih berbaik hati tidak mengusir anak harammu ini, tapi beraninya kamu menyakiti putriku! Sekarang juga kalian keluar dari rumah ini!!" teriak Bu Hilda yang begitu marah
"Hahaha.., kau itu bodoh sekali Hilda! Rumah ini setengah nya adalah milik ku dan seharusnya yang pergi dari rumah ini adalah kalian!" pak Bram menunjukkan siapa dirinya
"Apa maksud mu!!" tanya Bu Hilda
"Kau pikir aku bodoh!! tapi ternyata yang bodoh itu adalah kau. Bukan kah kau yang dulu membuat kuasa rumah ini atas namaku, lebih baik didik baik-baik putrimu yang kurang ajar ini. Jangan pernah sekali-kali kalian mengusir Sinta!" ucap pak Bram yang keluar meninggalkan mereka
Sebuah senyum sinis terlihat di wajah Sinta,
"Kalian memang pantas mendapatkan nya, kita lihat saja kedepannya kalian akan lebih menderita," ucap Sinta dalam hati
"Susan.., kamu tidak apa-apa kan sayang...?" ucap Bu Hilda yang memeluk Susan
"Susan gak papa mah," jawab Susan yang menghapus air matanya
"Ya sudah sekarang kamu selesai kan sarapannya, kamu harus berangkat ke kampus," ucap Bu Hilda
"Susan gak laper mah, Susan berangkat dulu ya mah," ucap Susan yang mencium tangan ibunya
"Ia sayang, hati-hati ya," ucap Bu Hilda
"Ia mah," Susan pergi meninggalkan Bu Hilda di ruang makan
"Mah, Sinta mohon maaf," ucap Sinta yang berpura-pura baik pada Bu Hilda
"Sudah lah, saya tidak peduli dengan trik apa yang kalian mainkan," Bu Hilda kembali ke kamarnya
"Dasar orang orang bodoh!" ucap Sinta dalam hati dan kemudian dia kembali duduk menikmati sarapannya
Susan kembali ke kampus dan dia kembali mendengar kan gosip anak-anak yang membicarakan keluarga nya, dia hanya diam menahan kesal
"Hai cantik," sapa Bagas
"Eh kamu sayang," ucap Susan yang terkejut
"Kenapa pacarku yang cantik ini pagi-pagi sudah lesu gini, sampai di sapa pun kaget begitu?" tanya Bagas
"Enggak.., aku lagi ada masalah aja di rumah," jawab Susan
"Masalah apa sih? bagaimana kalau aku hibur kamu. Ayo ikut aku ke suatu tempat," ucap Bagas yang mengajak Susan
"Kemana, kan bentar lagi kelas di mulai," tanya Susan
"Buat apa sih kita belajar, gak belajar juga kita ini pewaris perusahaan dan anak orang kaya. Jadi buat apa belajar, lebih baik kita bersenang-senang," ucap Bagas
"Ya udah deh aku nurut sama kamu sayang," Susan mengikuti kemauan Bagas
Bagas membawa Susan ke sebuah bar
"Sayang... kenapa kamu ngajak aku ke sini??" tanya Susan
"Kamu kan tadi bilang kalau kamu lagi ada masalah, aku sengaja ngajak kamu kesini buat menghibur kamu," jawab Bagas yang terus menyentuh tangan Susan
"Tapi aku takut..," ucap Susan
"Ngapain takut, kamu kan kesini sama aku dan aku ini pacar kamu dan sebentar lagi kita akan bertunangan, jadi pasti aku akan melindungi kamu," ucap Bagas
"I-ia sih.., tapi aku kurang suka tempat kaya gini," ucap Susan
"Kenapa? Apa kamu gak mau jalan sama aku ke sini?" tanya Bagas
"Bu-bukan gitu, aku cuman takut aja," ucap Susan
"Kamu gak usah takut sayang kan ada aku, jadi aku jamin gak akan ada yang berani sama kamu. Jadi tetap di sini temenin aku," ucap Bagas yang terus membelai Susan
"Ia deh, oh ia aku ada yang pengen aku bicarakan sama kamu sayang," ucap Susan yang setengah ragu
"Katakan saja sayangku," ucap Bagas yang mencium rambut Susan
"Kemari pas aku pulang ke rumah, papah sudah membawa anak haramnya ke rumah, dan pagi ini mamah dan papah bertengkar lagi. Aku harus gimana sayang?" tanya Susan
"Itukan masalah orang tua kamu sayang, kamu gak usah ikut campur. Selama anak haram papah kamu itu tidak menggangu kamu ya buat apa kamu harus takut," jawab Bagas
"Kamu benar sih.., sepertinya dia gak berani sama aku," ucap Susan
"Terus apa yang kamu takutkan? Sudah lah pokoknya hari ini kita senang-senang saja di sini, ayo kita lupakan masalah yang ada," ucap Bagas yang mengacungkan tangan nya untuk memesan minuman
"Kamu ngapain?" tanya Susan
"Pesan minuman, masa jauh-jauh kesini cuman buat duduk aja," jawab Bagas
Bagas memesan minuman untuk mereka berdua dan tak lama pesanannya datang,
"Minumlah," ucap Bagas
"A-aku belum pernah minum," ucap Susan ragu
"Minum saja," ucap Bagas
"Tapi..," ucap Susan
"Ayo, supaya kamu bisa lupain masalah yang ada," ucap Bagas yang memberikan segelas minuman pada Susan
Susan terbawa suasana dia mabuk karena Bagas mengajaknya minum minuman beralkohol, hingga dia tertidur
"Sayang..," sapa Sinta yang baru datang menghampiri setelah melihat Susan terkapar
Sinta duduk di pangkuan Bagas
"Akhirnya kamu berani juga menghampiri," ucap Bagas yang membelai lembut tubuh Sinta
"Aku masih harus waspada pada anak ini. Tapi.., sepertinya dia sudah tak sadarkan diri," ucap Sinta yang melihat sinis pada Susan
"Sudah lah aku tak peduli pada wanita ini, baru minum dua gelas saja sudah mabuk. Sekarang yang aku butuhkan hanyalah kehangatanmu, ayo kita lakukan aku sudah memesan kamar di atas," ucap Bagas yang terus mengecup leher Sinta
"Ayo.., aku juga merindukan kehangatan kamu sayang," Sinta mencium bibir Bagas dengan penuh gairah
"Ayo kita naik," ucap Bagas
Bagas dan Sinta berhubungan intim di sebuah kamar di bar itu, karena mereka memang sudah langganan di sana.
Permainan mereka begitu panas, Sinta dan Bagas begitu menikmatinya.
Sedang Susan dia tertidur karena mabuk.
"Nona.., ini sudah sore.., sebentar lagi akan banyak pelanggan kami. Tolong bangun nona," ucap pelayan di bar itu yang membangunkan Susan
"Siapa sih.., aku mau tidur jangan ganggu..," ucap susan yang mabuk
"Nona, lebih baik anda pulang sebelum banyak pelanggan lain datang," ucap pelayan itu
"Berisik sekali sih!" ucap Susan
"Tolong bangun, anda tidak bisa tidur disini," ucap pelayan itu
"Bisa diam gak sih!!" bentak Susan
"Tolong bangunlah nona, jangan mempersulit saya," ucap pelayan itu
"Pacar saya..., dimana pacar saya?" tanya Susan
"Disini tidak ada siapa-siapa nona," ucap pelayan itu
"Jangan bohong.., cari pacar saya. Dia sudah bilang mau menjaga saya," ucap Susan yang masih mabuk
"Ada apa ini?" tanya manager bar yang menghampiri mereka
"A-anu pak, nona ini tidak mau bangun, dan menyuruh sayamenghubungi pacarnya," jawab pelayan
"Nona anda siapa, dan siapa pacar anda?" tanya manager yang ikut membangunkan Susan
"Nama saya, nama saya Susan. Dan pacar saya itu Bagas," jawab Susan
"Oh mas Bagas.., dia pergi dengan temannya," ucap manager bar
"Hubungi dia.., suruh dia kembali. Katanya mau menjaga saya," ucap Susan
"Baik nona," ucap manager
"Di ponsel saya ada nomernya," ucap Susan yang masih dalam keadaan mabuk
Managger itu menghubungi Bagas
"Hallo mas Bagas maaf saya menggangu, disini ada seorang perempuan mabuk dan mengaku sebagai pacar mas Bagas," ucap manager itu
"Merepotkan sekali! Bawa saja dia kesalah satu kamar di bar ini, saya masih belum selesai," jawab Bagas yang masih berada di atas tubuh Sinta dan menikmati tubuh Sinta dengan penuh gairah
"Baik mas Bagas," ucap manager
Bagas menutup panggilan dari manager itu,
"Bawa wanita ini ke salah satu kamar," titah manager pada pelayan
"Baik pak," ucap pelayan
Susan kembali tertidur dan pelayan itu dengan di bantu rekannya membawa Susab ke sebuah kamar,
***
Bagas dan Sinta masih terus melanjutkan persetubuhan mereka.
"Sayang.., kamu harus membantu aku," ucap Sinta
"Dengan senang hati sayang, apapun permintaan kamu pasti akan ku kabulkan," ucap Bagas
"Secepatnya aku dan mamah akan menyingkirkan bu Hilda Susan. Tolong kamu bawa Susan untuk beberapa hari kedepan agar kami bisa segera menyingkirkan wanita tua itu," ucap Sinta
"Dengan senang hati.., itu urusan yang sangat gampang bagiku," ucap Bagas
"Kamu memang yang terbaik," Sinta menyerang balik tubuh Bagas
Bagas begitu menikmati setiap gerakan tubuh Sinta yang duduk di atasnya
"Sekarang kamu sudah ahli ya," ucap Bagas
"Tentu saja, kan kamu yang ngajarin aku," ucap Sinta yang menikmati setiap permainan mereka
"Tapi apa yang akan kamu lakukan pada Bu Hilda?" tanya Bagas
"Aku dan mamah berencana membuatnya celaka di rumah itu, dan dengan bantuan beberapa pelayan yang mendukung kami. Kami berdua akan menjalankan rencana itu," jawab Sinta
" ternyata selain cantik dan menggoda kamu sangat pintar " punji Bagas pada Sinta
"Harus, karena dunia tidak akan berani pada kita jika kita kuat dan berkuasa," ucap Sinta yang penuh ambisi
"Aku sangat bangga padamu sayang, jadi biarkanlah hari ini aku menikmati tubuhmu dengan sepenuh hati sebelum aku pergi menbawa gadis bodoh itu," ucap bagas