HARI TERSIAL

629 Words
Orang-orang yang berada di sekitar mereka hanya dapat menatap heran ke arah Larissa dan pria yang menjadi pelaku utama kecelakaan tersebut terjadi saat mendengar pembicaraan mereka yang terkesan ambigu. Bagaimana tidak? Dari awal mereka terlihat seperti tidak saling mengenal tapi kenapa membahas tentang 'main', bayaran yang terlalu rendah, mengambil keuntungan yang banyak, dan sebagainya. "Kalian masuk ke mobil saya!" ucap pria yang memiliki perawakan gagah, tampan bak orang arab dan penampilannya yang terlihat mewah tersebut, "Indra! Kamu bawa motor mereka ke Bengkel. Saya akan menyetir sendiri". "Baik Pak Kaisar!" ucap Indra dengan sigap dan kemudian langsung menuju ke motor Dandi yang terparkir di dekat mereka dan tanpa basa basi langsung membawa motor tersebut pergi setelahnya. "Kami naik taksi saja, Pak. Dari sini juga sudah dekat dengan kantor kami," ucap Dandi menolak dengan halus tawaran Kaisar. "Masih macet seperti ini kamu berharap apa untuk mencari taksi? Cepat naik ke mobil saya! Waktu saya juga tidak banyak hanya untuk mengurusi kalian berdua. Jadi saya mohon kerjasamanya," ucap Kaisar dengan datar. Akhirnya Larissa dan Dandi dengan pasrah mengikuti perintah Kaisar untuk masuk ke dalam mobil pria tersebut. Sedangkan Kaisar masih sibuk membicarakan tentang pertanggungjawaban ganti rugi kepada pemilik mobil yang juga naasnya menjadi korban dari kecelakaan tersebut. "Lu kenal Pak Kaisar dimana sih, Ssa? Bukannya tadi pagi lu bilang kagak tahu sama sekali sama CEO dari PT Indra Cipta Abadi kan? Tapi kok kalau diliat-liat kenyataannya nggak begitu sih," ucap Dandi dengan memicingkan matanya. "Wait! dia CEO dari PT Indra Cipta Abadi? Nggak salah lu? Siapa tadi namanya, Dan?" balas Larissa dengan tercengang. "Iya, makanya gue berusaha membangun image yang baik di depan dia. Walaupun aslinya gedeg juga karena kita jadi kecelakaan gara-gara hal sepele dia yang buka pintu mobilnya begitu. Kalau bukan Pak Kaisar pelakunya, Mungkin gue udah maki-maki tuh orang habis-habisan, Ssa. Secara gue nggak salah pada kasus ini," ucap Dandi dengan senewen dan menghela napasnya dengan berat. "Gila! Konspirasi macam apa ini yang diskenario sama tuhan buat gue. Padahal gue berharap nggak akan ketemu lagi sama dia setelah hari itu dia yang merendahkan harga diri gue dengan seenaknya," ucap Larissa dengan kesal dan tidak menyangka malah jadi seperti ini hubungan dirinya dengan pria yang sangat tidak ingin dia temui kembali tersebut. "Lu kenapa sih kok kayak pahitan banget sama Pak Kaisar, Ssa? Gitu-gitu dia termasuk orang penting lho di Indonesia ini. Mana dia juga masuk daftar pengusaha sukses dan umurnya juga masih tergolong muda buat meraih kesuksesan yang sekarang," ucap Dandi dengan penasaran. "Lu ingat nggak sih gue pernah cerita waktu di Butik Almira yang Mas Pandu nggak jadi datang dan akhirnya gue malah disewa cowok buat jadi calon pengantin perempuannya. Terus dia nyelipin duit di kantong celana gue sebagai bayaran atas bantuan gue itu," ucap Larissa dengan kesal dan jengkel saat mengingat-ngingat kembali kejadian menyebalkan saat itu. "Hahahaha, Pak Kaisar yang bayar lu seharga tiga ratus ribu itu ya? wow, sangat tidak terduga. Benar-benar diluar ekspektasi gue," ucap Dandi dengan tawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Iya, dia pelakunya. Sumpah gue greget banget pingin bales dendam sama dia. Tapi males banget kalau sampai ketemu lagi. Tapi apesnya hari ini malah ketemu lagi dan yang mencengangkan dia malah CEO dari PT Indra Cipta Abadi yang digadang-gadang bakalan jadi target besar buat perusahaan kita saat ini," ucap Larissa dengan lesu dan menundukkan kepalanya. "Ya gue harap lu bisa bersikap profesional untuk saat ini, Ssa. Itu Pak Kaisar udah jalan ke mobil ini. Lu jangan cari masalah lagi sama dia ya. Biar kita bisa langsung on the way ke kantor aja. Udah telat sepuluh menit nih," ucap Dandi dengan memperhatikan jam tangan yang melingkar pada tangan kanannya tersebut. "Iya deh, Dan. Semoga gue nggak gampang kepancing dengan omongan provokatif yang keluar dari mulut dia nantinya ya, Dan" ucap Larissa dengan menghela napasnya berat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD