“Ah sialan lo La. Wajar aja kan gue pamitan. Dia kan suami gue. Dan perkara ini juga belum resmi selesai. Gue masih butuh bantuannya. Apa salahnya kalau gue pamitan ke dia.” Bantah Fea tanpa ampun. “Iya-iya Fe, kalaupun ada unsur rindu juga gakpapa kok Fe. Wajar kan istri merindukan suaminya. Ahahahaha.” “Ah resek lo La. Gue tegaskan ya, gue gak akan rindu-rinduan dan semua hal yang melemahkan lainnya. Sorry.” Di ruang perawatan yang berbau pekat aroma parfum wanita, terbaring seorang pasien yang murung dalam lamunannya. Ivanka sengaja menyemprotkan parfum banyak-banyak ke seantero ruang perawatannya. Selain karena dia membenci aroma khas Rumah Sakit yang selalu berhasil membuatnya mual, aji mumpung dapat menggoda sang dokter pujaan hati. Sudah enam hari Ivanka tergeletak di ranjang Ru

