Pergolakan batin yang mendera Azzura semakin hari semakin hebat, ia semakin yakin kalau telah salah memilih jalan. Meski Yoga menghujani dia dengan banyak perhatian serta cinta, tapi hatinya terasa sangat hampa tak b*******h. Hal itu berimbas pada rencana pernikahan yang telah disusun, semua tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan oleh Yoga. Niat baik menuju ke pelaminan pun akhirnya mengalami kendala. Azzura belum bersedia untuk memperkenalkan Yoga kepada papanya. Ia selalu menolak setiap kali diajak. Sehingga Yoga mulai menangkap gelagat keraguan di dalam hati calon istrinya itu, bukan karena masalah Broto, papanya, tapi karena ada hal lain yang ia sendiri pun tidak tahu apa. Tidak seperti Yoga yang antusias dan sangat bersemangat, Azzura selalu lesu bahkan terkesan murung seti

