“Om, aku malas bawa mobil sendiri. Om, mau kan mengantarku ke kampus.” Aira mengambil segelas s**u yang ada di atas meja, ia lalu meneguk s**u itu sampai habis tak tersisa. “Maaf, Sayang. Pagi ini Om ada meeting penting. Om nggak bisa mengantar kamu.” Amanda menatap Aira, “bagaimana kalau Tante anter? Kebetulan Tante hari ini mengambil cuti,” tawarnya. Aira menggelengkan kepalanya. Ia tidak akan mau di antar oleh saingannya untuk mendapatkan hati Rain. “Terima kasih, Tan. Aku akan naik taksi aja.” Aira lalu mencium punggung tangan Rain, “aku berangkat dulu, Om.” Ia lalu beranjak dari duduknya. Amanda pun juga beranjak dari duduknya, “Sayang, aku akan mengantar Aira ke kampus dulu.” Rain menganggukkan kepalanya. Ia berharap Amanda bisa meluluhkan hati Aira. “Aira, tunggu!” Aira me

