Terciduk

1305 Words

Satu minggu setelah kejadian waktu itu, Aira sering mengurung diri di dalam kamar. Ia seakan merasa takut, jika dirinya tidak akan bisa membuat Rain bahagia nantinya. Kata-kata Amanda, seakan menjadi momok tersendiri untuk Aira. “Apa aku udah egois, karena aku memaksakan keinginan aku kepada Om Rain? Apa aku udah jahat, sudah berniat untuk membuat Tante Amanda menjauhi Om Rain?” Aira mendengar ketukan dari pintu kamarnya. “Sayang, makan malam dulu.” Terdengar suara Rain dari balik pintu itu. “Aku nggak lapar, Om. Om, makan malam duluan aja.” Aira lalu menyalakan laptop yang ada di depannya. Saat ini Aira dalam posisi tengkurap, dengan kedua kaki ditekuk ke atas. Ia lalu membuka file yang di dalamnya ada begitu banyak video yang sengaja ia simpan. Jangan tanya video apa itu ya...k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD