Bab 73

1251 Words

"Kamu sudah bangun?" Kai menghampiri Alesya. "Hem," jawabnya lemah. "A—air," lirih Alesya. "Ini, minumlah pelan-pelan." Kai membantu Alesya. "Terima kasih, Kai." Kai tersenyum miris mendengar dan melihat Alesya masih bersikap santai seolah tidak terjadi apa pun. "Sayang, maafkan aku. Karena aku, kamu lagi-lagi terluka. Aku memang tidak becus dan tidak bisa diandalkan sebagai seorang pria. Melindungimu saja aku gagal!" racau Kai. "Hem, tidak Kai. Tidak pa-pa. Aku baik-baik saja," ucap Alesya. "Justru aku yang seharusnya bilang seperti itu. Aku hanya menghambatmu, Kai. Aku tidak berguna dan hanya menjadi beban untukmu. Bisakah kamu melepaskanku?" tanya Alesya pelan. Wajahnya terlihat begitu sendu dan tatapan matanya entah mengapa semakin kosong dimata Kai. "Kamu tadi tidak bisa melawan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD